Polda Nusa Tenggara Barat membentuk tim khusus dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) untuk mencegah peredaran stiker dan tiket palsu pada penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kekhawatiran terulangnya masalah serupa pada penyelenggaraan sebelumnya.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah NTB, Brigjen Polisi Hari Nugroho, menyatakan tim khusus itu dibentuk agar petugas di lapangan memiliki acuan pembanding tiket dan stiker resmi sehingga bisa segera menertibkan jika ditemukan barang bukti tidak resmi. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara aparat dan penyelenggara untuk menekan praktik pemalsuan yang merugikan penonton.
"Tahun lalu kita tidak punya pembanding. Kita sudah minta ke penyelenggara bisa memberikan contoh seperti, sehingga ketika ada masalah yang menggunakan selain dari itu kita dengan kuat bisa menertibkan di lapangan,"
Strategi pengamanan dan tanggung jawab
Selain pembentukan tim Reskrimum, Polda NTB menyusun pola operasi pengamanan yang terbagi dalam tiga fase—pra-event, hari utama, dan fase kepulangan. Pembagian fase tersebut dimaksudkan untuk menempatkan kekuatan personel sesuai kebutuhan pada setiap tahap kegiatan.
Untuk pengamanan tamu VVIP, penanggung jawab utama ditetapkan pada komando militer setempat, yakni Korem, yang akan bersinergi dengan penyelenggara MotoGP dan unsur pengamanan presiden jika diperlukan. Kehadiran satuan pengamanan tertentu masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak penyelenggara.
Jumlah personel pada tiap fase
| Fase | Jumlah Personel |
|---|---|
| Pra-event | 1.350 |
| Hari utama | 2.697 |
| Fase kepulangan | 840 |
Brigjen Hari menyatakan kesiapan hampir rampung, namun jumlah final personel akan disesuaikan apabila ada kegiatan tambahan yang diumumkan oleh penyelenggara. Menurutnya, perubahan jadwal atau tambahan acara akan mempengaruhi penggudangan personel di lapangan.
Fokus pencegahan dan penindakan
Timsus Reskrimum akan difokuskan pada pencegahan dan penanganan peredaran tiket dan stiker palsu selama rangkaian kegiatan. Dengan adanya contoh atau sampel sah yang diberikan penyelenggara, petugas diperkirakan dapat lebih cepat membedakan antara tiket resmi dan palsu sehingga tindakan penertiban dapat dilakukan efektif.
- Unit pelaksana: Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda NTB.
- Koordinasi pengamanan VVIP: Korem sebagai penanggung jawab utama.
- Sinkronisasi dengan penyelenggara MotoGP untuk verifikasi tiket dan stiker resmi.
Langkah tersebut dimaksudkan untuk melindungi hak pembeli tiket resmi dan menjaga kelancaran penyelenggaraan event internasional yang berdampak pada citra daerah dan ekonomi lokal.
Implikasi bagi penonton dan masyarakat lokal
Bagi masyarakat dan calon penonton, pembentukan tim khusus ini merupakan sinyal bahwa aparat menaruh perhatian pada aspek perlindungan konsumen dan ketertiban umum selama event berskala besar. Namun demikian, penonton tetap diimbau berhati-hati ketika membeli tiket dan memastikan hanya membeli melalui saluran resmi yang ditetapkan penyelenggara.
Polda NTB meminta dukungan dari semua pihak, termasuk penyelenggara dan stakeholder terkait, untuk menyediakan sampel tiket dan stiker resmi sebagai acuan. Dukungan tersebut dinilai krusial agar upaya penertiban berjalan lancar tanpa menimbulkan kebingungan di lapangan.
Informasi lebih lanjut terkait mekanisme verifikasi tiket dan kanal resmi penjualan diharapkan akan disampaikan oleh penyelenggara bersama pihak keamanan dalam waktu mendatang, sehingga langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap peredaran barang palsu dapat dilaksanakan secara optimal.
Pewarta: Nur Imansyah
Editor: I Komang Suparta