Mataram — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengerahkan relawan dan mengirimkan bantuan logistik untuk mendukung penanganan korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Respons cepat dan mobilisasi relawan
Plt Ketua PMI NTB, NS Lalu Doddy Setiawan, menyatakan organisasi kemanusiaan itu menyiapkan sebanyak 300 paket bantuan sebagai bagian dari respons awal terhadap bencana. Selain bantuan barang, PMI NTB juga memobilisasi personel relawan untuk melakukan asesmen kebutuhan, evakuasi, pertolongan pertama, serta penanganan warga yang memerlukan tempat pengungsian.
“Fokus yang dilakukan yakni mobilisasi relawan untuk melakukan asesmen dan membantu proses evakuasi, pertolongan pertama bagi warga terdampak yang terluka, termasuk juga segera mendirikan tenda-tenda darurat,”
Keterangan tersebut disampaikan Doddy pada Minggu, 16 Agustus 2026, sebagai tindak lanjut instruksi Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla. Koordinasi teknis di lapangan dipimpin oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI NTB, Lalu Mudahan.
Kebutuhan darurat yang diidentifikasi
Berdasarkan asesmen awal, kebutuhan mendesak warga terdampak meliputi:
- tenda darurat dan terpal;
- air bersih;
- makanan siap saji;
- obat-obatan dan pertolongan pertama;
- alat berat untuk penanganan puing dan genset untuk kelistrikan darurat.
Sebagai bagian dari paket awal, PMI NTB menyiapkan secara spesifik 75 hygiene kit, 75 selimut, 75 matras, dan 75 terpal. Pengiriman logistik tersebut dimaksudkan untuk melengkapi dukungan yang disiapkan oleh pemerintah daerah dan lembaga terkait.
| Item | Jumlah |
|---|---|
| Paket bantuan | 300 |
| Hygiene kit | 75 |
| Selimut | 75 |
| Matras | 75 |
| Terpal | 75 |
Koordinasi antarlembaga dan logistik
Pengiriman bantuan PMI NTB dijadwalkan berangkat pada Minggu sore, 16 Agustus 2026, melalui jalur darat. Logistik diangkut menggunakan truk besar yang disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB menuju wilayah terdampak di NTT.
Doddy menegaskan bahwa pengiriman dan upaya relawan dilaksanakan selaras dengan arahan gubernur serta menjadi bagian dari penanganan terpadu bersama BPBD NTB, Dinas Sosial NTB, dan Dinas Kesehatan NTB. Selain itu, PMI NTB masih melakukan koordinasi dengan PMI Pusat dan PMI daerah di wilayah terdampak guna memetakan kebutuhan terbaru di lapangan sehingga bantuan yang dikirim tepat sasaran.
Dampak lokal dan harapan pemulihan
Kehadiran tim relawan dari provinsi lain, termasuk NTB, diharapkan membantu mempercepat penanganan darurat, khususnya proses evakuasi dan pendirian fasilitas pengungsian sementara. Pendekatan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan organisasi kemanusiaan dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan dasar korban gempa dalam fase awal respons.
PMI NTB menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang terkoordinasi, tidak hanya dalam volume tetapi juga dalam kesesuaian jenis bantuan dengan kondisi di lapangan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi duplikasi dan memastikan korban menerima dukungan yang paling dibutuhkan dalam waktu cepat.
Seiring pengiriman awal dan mobilisasi relawan, masyarakat dan keluarga korban diharapkan segera mendapatkan penanganan darurat, sementara proses pemulihan jangka menengah akan memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak terkait.