Rencana dan tujuan pembangunan
Pemerintah Kabupaten Bogor mengusulkan pembangunan fasilitas embarkasi haji dan umrah di kawasan Masjid Raya Nurul Wathon, Kecamatan Cibinong, dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 142 miliar. Rencana itu disampaikan oleh Bupati Bogor dalam keterangan pers pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
"Pemkab Bogor menyiapkan anggaran Rp 142 miliar untuk membangun embarkasi haji dan umrah dengan desain yang disebut menyerupai Zamzam Tower,"
Menurut pemda, tujuan utama pembangunan ini adalah memudahkan pelaksanaan keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Bogor sehingga tidak perlu singgah terlebih dahulu di embarkasi Pondok Gede, Jakarta Timur.
Skala kebutuhan dan kuota jemaah
Pemkab menyoroti besarnya jumlah calon jemaah dari Kabupaten Bogor. Dengan jumlah penduduk yang disebut lebih dari 5,6 juta jiwa, kabupaten ini kerap mendapatkan kuota haji yang besar setiap musim. Pada tahun berjalan, Pemerintah Kabupaten Bogor memperoleh kuota sebanyak 3.450 jemaah.
| Data | Angka |
|---|---|
| Perkiraan penduduk Kabupaten Bogor | lebih dari 5,6 juta jiwa |
| Kuota haji tahun ini | 3.450 jemaah |
| Anggaran pembangunan embarkasi | Rp 142 miliar |
Rencana teknis dan skema pembiayaan
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor menyatakan bangunan rencananya terdiri dari tujuh lantai. Pembiayaan pembangunan diusulkan memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor untuk Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 142 miliar.
Jadwal lelang dan pelaksanaan
Menurut keterangan resmi, proses lelang atau tender untuk proyek embarkasi direncanakan berlangsung pada akhir tahun ini. Apabila berjalan sesuai jadwal, pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat dimulai pada awal 2027. Pemkab menyebut penundaan dari tahun anggaran berjalan disebabkan keterbatasan waktu pelaksanaan, termasuk waktu untuk tahapan lelang dan persiapan teknis.
Dampak lokal dan perhatian administrasi
Pembangunan embarkasi di Cibinong berpotensi mengubah alur keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Bogor. Di samping itu, proyek ini akan melibatkan proses administrasi dan penganggaran yang perlu diawasi oleh DPRD dan masyarakat, khususnya terkait:
- kesesuaian anggaran dengan kapasitas fiskal daerah pada 2027;
- proses lelang agar terbuka dan kompetitif;
- ketersediaan fasilitas penunjang seperti akses transportasi, parkir, dan layanan bagi jemaah.
Upaya mempercepat pembangunan juga disebut bergantung pada kemungkinan dukungan pemerintah pusat. Pemkab berharap, jika memungkinkan, bantuan pusat dapat mempercepat realisasi fasilitas embarkasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh calon jemaah Kabupaten Bogor.
Catatan penutup
Bagi warga dan pemangku kepentingan di Bogor, proyek embarkasi ini menjanjikan kemudahan administrasi dan logistik haji. Namun langkah praktis berikutnya—seperti detail teknis bangunan, timeline pelaksanaan, dan mekanisme pengadaan—memerlukan keterbukaan informasi dari pemda agar publik dapat memantau kemajuan dan implikasi penggunaan anggaran daerah.
Peliputan lanjutan akan mengikuti proses lelang dan penetapan anggaran tahun 2027, termasuk respons DPRD dan masyarakat terkait prioritas penganggaran untuk fasilitas keberangkatan haji ini.