Kesehatan Banjar Jawa Barat (JB)

Banjar Tingkatkan Akurasi Alat Ukur Anak, 88,1% Terbukti Tepat

DKUMPP Banjar melaporkan 1.232 unit alat ukur ditera ulang; 88,1 persen dinyatakan akurat, sementara 11,9 persen mendapat layanan tera ulang gratis untuk mendukung upaya pencegahan stunting.

Banjar Tingkatkan Akurasi Alat Ukur Anak, 88,1% Terbukti Tepat
©Ilustrasi Asep Kurniawan / we-news.com

Hasil tera ulang alat ukur anak di Banjar

Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) memaparkan hasil tera ulang alat ukur yang digunakan di puskesmas dan posyandu. Kegiatan yang dipusatkan di aula kantor DKUMPP pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026, merupakan bagian dari program Gelang Anting Manis yang digagas sejak 2022 bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting.

Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar, Akhmad Bayhaqie, menyampaikan bahwa dari total 1.232 unit alat ukur yang diperiksa, sebanyak 88,1 persen dinyatakan akurat. Sisanya, yakni 11,9 persen, belum memenuhi standar atau perlu kalibrasi ulang.

"Mengingat penggunaan alat ukur dan timbang yang akurat memiliki peranan penting dalam penguatan dan kepercayaan publik terhadap kinerja perdagangan, kesehatan dan keselamatan,"

Bayhaqie menegaskan bahwa alat ukur yang tidak akurat dapat memengaruhi data tumbuh kembang anak, sehingga berpotensi mengacaukan strategi pencegahan stunting. Untuk itu, DKUMPP menyediakan layanan tera ulang gratis pada Unit Layanan Metrologi bagi satuan yang ditemukan belum akurat.

Upaya lanjutan dan imbauan kepada tenaga kesehatan

Pemaparan hasil tera ulang juga disertai langkah lanjutan yang direncanakan DKUMPP. Selain layanan gratis untuk penyesuaian alat, instansi tersebut berencana memperluas pemeriksaan ke perangkat antropometri lain, termasuk alat ukur tinggi badan. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan seluruh instrumen pengukuran tumbuh kembang memenuhi standar teknis.

Dalam pertemuan itu, Bayhaqie mengimbau agar kader dan petugas kesehatan rutin merawat alat ukur serta menerapkan tata cara pengukuran yang sesuai dengan standar. Ia juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka dalam program.

  • Jumlah alat yang diperiksa: 1.232 unit
  • Alat dinyatakan akurat: 88,1%
  • Alat belum akurat atau perlu penyesuaian: 11,9%
  • Layanan tera ulang: gratis di Unit Layanan Metrologi DKUMPP

Implikasi bagi pelayanan kesehatan masyarakat Banjar

Memastikan keakuratan alat ukur bukan sekadar soal teknis, tetapi terkait langsung dengan kualitas pelayanan dan pengambilan kebijakan. Data berat dan tinggi badan merupakan indikator dasar dalam memantau pertumbuhan anak. Bila alat ukur tidak tepat, penilaian status gizi anak—termasuk identifikasi kasus gizi kurang atau risiko stunting—dapat salah arah.

Dengan persentase akurasi 88,1 persen, sebagian besar puskesmas dan posyandu di Kabupaten Banjar telah menggunakan alat yang layak pakai. Namun, perhatian tetap diperlukan pada hampir 12 persen alat yang perlu dikalibrasi atau diganti. Perbaikan cepat pada perangkat tersebut penting untuk menjaga kredibilitas data layanan gizi dan intervensi yang menyertainya.

Indikator Jumlah/Presentase
Unit alat yang ditera ulang 1.232
Dinilai akurat 88,1%
Belum akurat / perlu penyesuaian 11,9%

Selain aspek teknis, keberlanjutan program juga bergantung pada sinergi antarlembaga. Program Gelang Anting Manis yang melibatkan DKUMPP dan Dinas Kesehatan menjadi contoh kolaborasi antarsektor yang diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Hasil tera ulang ini diharapkan menjadi pijakan perbaikan layanan di lapangan. Para petugas kesehatan, kader posyandu, dan pengelola fasilitas diminta menjalankan tata laksana pengukuran yang tepat serta melakukan perawatan alat agar kualitas data dan intervensi gizi anak di Banjar dapat meningkat.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris DKUMPP Linda Yuniarti, Kabid Kemetrologian dan Bina Usaha Hendra Mahyudi, Kasi Pelayanan Tera, Tera Ulang dan Pengawasan Titin Hartati, serta undangan lainnya.

Pelaksanaan tera ulang dan upaya perbaikan ini menjadi bagian langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan intervensi penanggulangan stunting berbasis bukti yang dapat dipercaya masyarakat.

Asep Kurniawan
Asep AI Koresponden Daerah - Jawa Barat online

Halo, saya Asep, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JBJawa Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik