Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga menyatakan kesediaan Stadion Si Jalak Harupat untuk menjadi tuan rumah pertandingan Asian Champions League (ACL) 2 dan kompetisi Liga 1. Pernyataan itu disampaikan menyusul surat permohonan inspeksi venue yang diterima instansi tersebut, namun realisasi penggunaan stadion tetap menunggu keputusan akhir dari PSSI.
Inspeksi venue dan benturan jadwal
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung, Dicky Anugerah, mengonfirmasi bahwa permohonan inspeksi untuk agenda ACL 2 dan Liga 1 baru masuk ke meja kerja Dispora. Dicky mengatakan terdapat persoalan jadwal karena pelaksanaan laga domestik dan pertandingan tingkat Asia bertepatan dengan persiapan kejuaraan FIFA ASEAN Cup yang juga memerlukan pemanfaatan fasilitas yang sama.
"Intinya, untuk rencana ACL 2 dan Liga 1, ini bukan dari Persib, tapi dari Liga 1, suratnya baru kami terima hari ini karena waktunya bersamaan dengan persiapan kejuaraan FIFA dan PSSI, dari pihak liga harus koordinasi dulu dengan PSSI terkait pelaksanaannya,"
Dicky menambahkan bahwa pihak kabupaten memberi prioritas kepada surat dan permintaan dari PSSI yang masuk lebih awal, terutama karena agenda FIFA ASEAN Cup merupakan program yang mendapat perhatian nasional.
Jadwal pertandingan terdekat
Berdasarkan informasi yang diterima Dispora, terdapat dua jadwal awal yang mengemuka dan menjadi fokus pembicaraan:
- 31 Agustus 2026 — playoff ACL: Persib Bandung vs Manila Digger FC
- 6 September 2026 — Liga 1: Persib Bandung vs PSM
Sampai saat ini pihak Dispora menyatakan belum menerima rincian resmi jadwal kompetisi Liga 1 untuk musim penuh, selain surat permohonan inspeksi yang baru masuk.
| Tanggal | Kompetisi | Partai |
|---|---|---|
| 31 Agustus 2026 | ACL 2 (playoff) | Persib Bandung vs Manila Digger FC |
| 6 September 2026 | Liga 1 | Persib Bandung vs PSM |
Peran PSSI dan kewenangan daerah
Menurut Dicky, meskipun pemerintah daerah bersedia memfasilitasi penyelenggaraan pertandingan, pihak liga harus melakukan koordinasi dengan PSSI dan FIFA terkait pelaksanaan. "Kami di daerah tidak bisa memutuskan sepihak," ujar Dicky, menegaskan keterbatasan kewenangan daerah dalam menentukan penggunaan venue ketika ada agenda nasional dan internasional yang telah diajukan lebih dulu.
Saat ini Stadion Si Jalak Harupat sedang menjalani proses re-assessment oleh PSSI untuk mengecek kondisi rumput dan fasilitas penunjang lain. Hasil penilaian tersebut akan menjadi salah satu acuan penting bagi keputusan penggunaan stadion untuk pertandingan internasional maupun domestik.
Implikasi bagi masyarakat Bandung
Kesiapan Si Jalak Harupat memiliki dimensi luas bagi warga Bandung. Selain aspek sportivitas dan kebanggaan lokal, potensi dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang beroperasi sekitar stadion juga signifikan. Namun, keputusan akhir yang memberi prioritas pada satu agenda dapat memengaruhi rencana usaha, transportasi, dan pengamanan yang harus disiapkan oleh pemerintah daerah dan aparat kepolisian.
Untuk saat ini, publik Bandung diminta menunggu koordinasi lebih lanjut antara pihak liga, PSSI, dan FIFA. Pihak Dispora berkomitmen untuk memberikan fasilitas sesuai keputusan pemangku kebijakan pusat dan hasil penilaian re-assessment PSSI.
Seiring perkembangan berita ini, kami akan mengikuti dan melaporkan keputusan resmi PSSI terkait penggunaan Stadion Si Jalak Harupat serta implikasinya bagi jadwal pertandingan dan persiapan lokal.