Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Antar Desa Kecamatan Cikarang Selatan berhasil menyabet Juara 1 Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penghargaan itu diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 dan diserahkan oleh Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, di Plaza Pemkab Bekasi pada 15 Agustus 2026.
Ide sederhana, manfaat nyata
Inovasi yang dikembangkan Posyantek Antar Desa berupa mesin extruder yang merubah botol plastik bekas menjadi filamen untuk kebutuhan 3D printing. Gagasan itu lahir dari keprihatinan terhadap menumpuknya limbah botol plastik di Kabupaten Bekasi dan upaya menempatkan sampah sebagai peluang ekonomi, bukan semata masalah lingkungan.
Ketua Posyantek Antar Desa Cikarang Selatan, Ade Marsin—yang juga aktif sebagai jurnalis Cikarang Ekspres—mengatakan bahwa pendekatan teknologi tepat guna seharusnya fokus pada pemecahan kebutuhan masyarakat dengan cara yang sederhana namun berdampak.
"Teknologi tepat guna itu menurut saya lebih kepada bagaimana sebuah inovasi bisa menjawab kebutuhan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inovasi sendiri tidak harus berteknologi tinggi,"ujar Ade Marsin saat ditemui di Cikarang Pusat.
Pengaruh lokal dan peluang pengembangan
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya lokal mengatasi permasalahan sampah dan membuka peluang pengembangan ekonomi sirkular di wilayah Cikarang. Konversi botol plastik menjadi filamen 3D printing berpotensi mendorong:
- Pengurangan volume sampah plastik yang masuk tempat pembuangan sementara atau TPA;
- Penciptaan nilai tambah melalui produk-produk 3D printing dari bahan daur ulang;
- Peluang pekerjaan lokal dan pelatihan keterampilan teknis untuk warga setempat.
Meski demikian, untuk mewujudkan potensi tersebut diperlukan upaya terukur seperti peningkatan kapasitas produksi, jaminan kualitas filamen, serta jejaring pemasaran atau kolaborasi dengan penggiat industri kreatif di Cikarang dan sekitarnya. Upaya lanjutan ini akan menentukan apakah inovasi ini bisa direplikasi dan diadopsi skala lebih luas.
Inspirasi dari praktik daerah lain
Ade Marsin menyebut inspirasi datang dari inovator di luar daerah. Ia mengutip contoh juara TTG Kabupaten Sumedang 2022 yang membuat alat pengupas kolang-kaling berbasis kayu. Menurutnya, contoh tersebut membuktikan bahwa kesederhanaan alat seringkali membawa manfaat besar jika relevan dengan kebutuhan masyarakat.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Penghargaan | Juara 1 Lomba Inovasi TTG Kabupaten Bekasi 2026 |
| Penyelenggara | Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi |
| Tanggal penerimaan | 15 Agustus 2026 |
| Tempat | Plaza Pemkab Bekasi |
| Pemberi penghargaan | Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja |
Pengakuan terhadap inovasi Posyantek ini memberi catatan penting bagi pengambil kebijakan di tingkat kecamatan dan kabupaten: teknologi tepat guna yang lahir dari inisiatif masyarakat dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi lokal. Pemulihan nilai dari limbah plastik bukan hanya soal alat, tetapi juga soal jejaring, pembinaan, dan akses pasar bagi produk hasil daur ulang.
Bagi warga Cikarang, keberhasilan Posyantek Antar Desa memunculkan harapan agar lebih banyak gagasan serupa muncul dari tingkat desa dan kelurahan. Dengan dukungan teknis, akses modal mikro, dan kebijakan yang mendukung, inovasi kecil dapat berkembang menjadi solusi berkelanjutan yang memberi manfaat luas bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.