Bandung — Perusahaan data center PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) memperkuat rencana pengembangan fasilitas hyperscale di Cikarang, Jawa Barat dengan berkolaborasi bersama PT PLN (Persero) guna memastikan ketersediaan pasokan energi bagi operasional fasilitas tersebut. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Bandung pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan penandatanganan dan pihak terkait
MoU antara NeutraDC dan PLN dihadiri dan ditandatangani oleh sejumlah pejabat tinggi dari kedua belah pihak. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama NeutraDC Group Rakhmad Tunggal Afifuddin, General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Barat Muhammad Joharifin, serta Direktur Utama PT PLN Electricity Services Susiana Mutia. Penandatanganan juga disaksikan oleh Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy.
"MoU ditandatangani Direktur Utama NeutraDC Group Rakhmad Tunggal Afifuddin bersama General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Barat Muhammad Joharifin dan Direktur Utama PT PLN Electricity Services PLN Susiana Mutia, serta disaksikan Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy."
Target kapasitas dan tujuan ekspansi
Menurut keterangan resmi, ekspansi yang direncanakan akan meningkatkan kapasitas data center NeutraDC hingga mencapai 200 megawatt (MW). Langkah ini dianggap strategis untuk menjawab pertumbuhan kebutuhan layanan digital di Indonesia, termasuk kebutuhan akan kecerdasan buatan (AI), cloud computing, dan layanan digital lainnya.
NeutraDC menempatkan pengembangan kapasitas ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur digital nasional. Dalam konteks itu, kerja sama dengan PLN dimaksudkan untuk memastikan pasokan energi yang reliabel, scalable, dan resilient sehingga operasional data center berskala besar dapat berlangsung tanpa gangguan yang signifikan.
Dukungan rantai pasokan energi dan pihak lain
MoU tersebut tidak hanya melibatkan NeutraDC dan PLN. Dalam penandatanganan turut dilibatkan sejumlah perusahaan lain yang berperan dalam pengadaan tenaga listrik yang diperlukan untuk mendukung pengembangan kawasan Cikarang. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur data center berskala besar memerlukan kolaborasi multi-pihak, khususnya di bidang energi.
- Lokasi pengembangan: Cikarang, Jawa Barat.
- Target kapasitas: 200 MW data center hyperscale.
- Pihak yang menandatangani MoU: NeutraDC dan PLN, serta perusahaan terkait pengadaan tenaga listrik.
- Tanggal penandatanganan: 11 Agustus 2026.
| Pihak | Perwakilan | Peran |
|---|---|---|
| NeutraDC (PT Telkom Data Ekosistem) | Rakhmad Tunggal Afifuddin | Pengembang data center |
| PT PLN (Persero) UID Jawa Barat | Muhammad Joharifin | Penyedia pasokan energi regional |
| PT PLN Electricity Services | Susiana Mutia | Koordinasi layanan kelistrikan |
| PLN Retail dan Niaga | M. Fahrur Rozy (saksi) | Saksi penandatanganan |
Implikasi lokal dan perhatian yang perlu diikuti
Bagi wilayah Cikarang, pengembangan data center berskala besar memiliki beberapa implikasi yang perlu dipantau. Di antaranya adalah kebutuhan infrastruktur kelistrikan yang lebih tinggi, potensi peningkatan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja pada tahap konstruksi dan operasional, serta kebutuhan ruang atau kawasan industri yang mendukung fasilitas ini.
Namun, dampak terhadap ketersediaan pasokan listrik untuk pemangku kepentingan lain di kawasan juga menjadi hal yang harus diatur melalui perencanaan yang matang antara pengembang, PLN, dan pemerintah daerah agar kebutuhan energi tercukupi tanpa mengganggu pelayanan publik atau industri lainnya.
NeutraDC menempatkan kolaborasi dengan PLN sebagai langkah konkret untuk menjamin bahwa ekspansi kapasitas data center dapat direalisasikan dengan dukungan infrastruktur energi yang memadai. Rencana ini sekaligus menegaskan posisi Cikarang sebagai salah satu lokus pengembangan infrastruktur digital berskala besar di Jawa Barat.
Saya akan terus mengikuti perkembangan teknis dan perizinan proyek ini serta implikasi nyata bagi masyarakat dan dunia usaha di Cikarang. Informasi lanjutan akan dilaporkan setelah ada keterangan resmi lebih rinci mengenai jadwal pembangunan, lokasi pasti dalam kawasan Cikarang, serta mekanisme penyediaan tenaga listrik oleh pihak terkait.