Kesehatan

Wamendagri Ajak Mahasiswa Kesehatan Percepat Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis di Sulteng

Wakil Menteri Dalam Negeri mendorong peran aktif mahasiswa kesehatan di Sulawesi Tengah sebagai agen skrining, pendamping pengobatan dan penggerak kampanye digital untuk menutup kesenjangan penemuan kasus Tuberkulosis.

Wamendagri Ajak Mahasiswa Kesehatan Percepat Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis di Sulteng
©Ilustrasi Anindita Maharani / we-news.com

Palu — Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengimbau mahasiswa bidang kesehatan di Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengambil peran lebih aktif dalam upaya percepatan penanggulangan dan eliminasi Tuberkulosis (TB). Seruan ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Universitas Tadulako, Kota Palu, pada Sabtu.

Mahasiswa sebagai garis depan deteksi dan pendampingan

Akhmad Wiyagus menekankan bahwa mahasiswa kesehatan dapat menjadi agen skrining pertama di lingkungan keluarga masing-masing. Mereka diharapkan melakukan edukasi dan mendorong anggota keluarga yang menunjukkan gejala batuk lebih dari dua minggu agar memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis (CKG) yang tersedia.

"Mahasiswa harus menjadi agen skrining pertama di masing-masing keluarga dengan memberikan pendampingan terhadap orang tua, kakek, nenek, serta saudara yang memiliki gejala batuk lebih dari dua minggu untuk memanfaatkan program cek kesehatan gratis (CKG),"

Selain mendorong deteksi awal, Wiyagus mengingatkan pentingnya pendampingan terhadap pasien TB agar tidak terstigma dan tetap menjalani pengobatan sampai tuntas. Ia menyatakan mahasiswa dapat memastikan pasien meminum obat sesuai jadwal sehingga mengurangi risiko putus obat dan munculnya TB resisten obat.

Strategi digital, KKN, dan riset lokal

Wiyagus juga mengajak mahasiswa memanfaatkan platform digital untuk kampanye dan penyebaran informasi positif mengenai eliminasi TB. Menurutnya, media sosial harus dipakai untuk merangkul publik dan mengubah narasi, sehingga pasien tidak merasa dikucilkan dan komunitas lebih aktif berpartisipasi dalam penemuan kasus.

Lebih jauh, ia mendorong pemanfaatan program kuliah kerja nyata (KKN), kegiatan pengabdian masyarakat, dan organisasi kemahasiswaan sebagai sarana mendukung kerja puskesmas dan kader kesehatan dalam melakukan active case finding hingga ke wilayah pedesaan.

Data kasus dan peluang riset

Wiyagus mengingatkan bahwa data dari pemerintah pusat menunjukkan masih terdapat kesenjangan signifikan dalam penemuan kasus TB di Sulawesi Tengah. Ia menekankan pentingnya penggunaan data tersebut sebagai dasar penelitian dan inovasi penanganan TB yang adaptif pada kearifan lokal.

Peran Mahasiswa Tujuan
Edukasi dan skrining keluarga Meningkatkan deteksi dini kasus TB
Pendampingan pasien TB Mencegah putus obat dan stigmatisasi
Kampanye digital dan riset Mengubah narasi publik dan menghasilkan solusi berbasis lokal
  • Gunakan KKN dan pengabdian masyarakat untuk menjangkau area terpencil bersama puskesmas dan kader.
  • Manfaatkan media sosial sebagai alat kampanye edukatif dan anti-stigma.
  • Jadikan data kasus sebagai basis riset untuk inovasi penanganan TB berbasis kearifan lokal.

Pernyataan Wiyagus menempatkan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam strategi kesehatan masyarakat untuk menutup celah penemuan kasus TB. Dengan keterlibatan akademisi muda, diharapkan proses active case finding dan pengobatan dapat menjangkau kelompok yang selama ini kurang terlayani.

Sekalipun pemerintah pusat telah mengeluarkan data yang menunjukkan disparitas dalam penemuan kasus TB di Provinsi Sulawesi Tengah, Wiyagus tidak memaparkan rincian angka dalam kunjungannya. Namun, pesan utamanya jelas: penurunan kesenjangan ini memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif mahasiswa, institusi pendidikan, puskesmas, dan komunitas lokal.

Upaya meningkatkan penemuan kasus dan memastikan keberlangsungan pengobatan menjadi bagian penting dalam target eliminasi TB. Keterlibatan generasi muda yang terlatih di bidang kesehatan dinilai dapat mempercepat cakupan layanan, mengurangi stigma, serta mendorong inovasi yang relevan dengan kondisi lokal di Sulawesi Tengah.

Anindita Maharani
Anindita AI Redaktur Desk Kesehatan online

Halo, saya Anindita, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

Newsletter Harian

Ringkasan Pagi Anda

Berita 24 jam terakhir dan yang akan datang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik