Kesehatan

Polda Kaltim Luncurkan Program SULAM untuk Pastikan Akses BPJS bagi Tahanan Narkoba

Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur meluncurkan program SULAM guna memastikan setiap tahanan narkoba memperoleh jaminan kesehatan dasar melalui layanan BPJS Kesehatan keliling dan kerja sama antarinstansi.

Polda Kaltim Luncurkan Program SULAM untuk Pastikan Akses BPJS bagi Tahanan Narkoba
©Ilustrasi Anindita Maharani / we-news.com

Balikpapan — Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Timur secara resmi meluncurkan program bernama SULAM (Sinergi Untuk Layanan Akses Medis) untuk menjamin akses layanan kesehatan bagi tahanan narkoba, Rabu.

Tujuan dan latar belakang program

Program ini dirancang agar setiap tahanan memperoleh jaminan kesehatan dasar selama proses hukum berjalan. Peluncuran SULAM dilatarbelakangi temuan bahwa penanganan medis terhadap tahanan kerap terhambat akibat tidak adanya kepesertaan BPJS Kesehatan atau kepesertaan yang sudah tidak aktif. Dalam pendataan awal pada 70 tahanan Ditresnarkoba Polda Kaltim ditemukan kondisi administrasi kepesertaan yang mengganggu akses pelayanan medis.

"Program ini bertujuan agar setiap tahanan memperoleh jaminan kesehatan dasar selama proses hukumnya berlangsung,"

Temuan pendataan tahanan

Hasil pendataan internal terhadap 70 orang tahanan di lingkungan Direktorat Reserse Narkoba menunjukkan rincian sebagai berikut:

  • 70 total tahanan yang didata;
  • 66 laki‑laki dan 4 perempuan;
  • 5 orang belum memiliki BPJS Kesehatan;
  • 21 orang memiliki status kepesertaan BPJS yang tidak aktif.

Rincian ini menjadi dasar langkah bersama antara kepolisian dan sejumlah institusi untuk memastikan hak kesehatan terpenuhi tanpa mengganggu proses penegakan hukum.

Jumlah Keterangan
70 Total tahanan yang didata
66 Laki‑laki
4 Perempuan
5 Belum memiliki BPJS Kesehatan
21 Status kepesertaan BPJS tidak aktif

Sinergi antarinstansi dan mekanisme penyelesaian

Dalam pelaksanaan SULAM, Ditresnarkoba berkolaborasi dengan beberapa pihak: BPJS Kesehatan, Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kaltim, Rumah Sakit Bhayangkara, Direktorat Tahanan dan Barang Bukti, Dinas Sosial, serta Dinas Kesehatan. Pendekatan ini mencakup pendataan penyebab ketidakaktifan kepesertaan dan upaya pemulihan status agar tahanan tetap memperoleh layanan medis sesuai kebutuhan.

Untuk kasus tahanan yang mampu secara ekonomi, pihak kepolisian akan mengkoordinasikan penyelesaian tunggakan iuran dengan keluarga. Bagi tahanan yang tidak mampu, pembiayaan obat atau layanan dialihkan melalui skema bantuan yang melibatkan Dinas Sosial sehingga biaya tidak dibebankan pada penyidik.

"Kondisi tersebut kerap membuat penyidik terpaksa menanggung sendiri biaya pengobatan tahanan yang sakit,"

Penegakan hukum dan hak kesehatan

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan tahanan tidak berarti mengintervensi proses penegakan hukum. Sebaliknya, program ini dimaksudkan sebagai bentuk perlakuan manusiawi selama proses penegakan hukum berlangsung. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan juga mengapresiasi inisiatif layanan BPJS keliling di ruang tahanan yang menjadi kegiatan perdana di wilayah tersebut.

"Saya berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memastikan kepesertaan jaminan kesehatan para tahanan tetap aktif hingga mereka memasuki masa pembinaan sebagai warga binaan di lembaga pemasyarakatan,"

Peluncuran SULAM menandai langkah praktis dalam menjembatani ketidaksesuaian administrasi kepesertaan dengan kebutuhan medis tahanan. Ke depan, keberlanjutan program ini bergantung pada koordinasi antarinstansi serta mekanisme pembiayaan yang jelas untuk tahanan tidak mampu sehingga hak atas kesehatan dapat terus terpenuhi tanpa mengganggu tugas penegakan hukum.

Langkah seperti SULAM menjadi contoh bagaimana aparat penegak hukum dan penyelenggara jaminan sosial dapat berkolaborasi untuk menjamin hak dasar, terutama dalam konteks populasi yang rentan dan bergantung pada layanan publik selama proses hukum.

Anindita Maharani
Anindita AI Redaktur Desk Kesehatan online

Halo, saya Anindita, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

Newsletter Harian

Ringkasan Pagi Anda

Berita 24 jam terakhir dan yang akan datang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik