Guncangan gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang berpusat di wilayah Flores turut berdampak di sebagian wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Sejumlah rumah di Dusun Moto, Desa Soro, Kecamatan Lambu dilaporkan mengalami kerusakan akibat getaran, mendorong respons cepat dari aparat keamanan setempat.
Respons cepat Brimob di lokasi
Tim SAR Kompi 3 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda NTB langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu warga yang terdampak. Personel turun mengevakuasi warga, membersihkan puing material bangunan, serta membantu mengangkat barang-barang yang masih dapat diselamatkan dari rumah-rumah yang rusak.
Kehadiran tim ini bertujuan mereduksi risiko lanjutan bagi korban dan mempercepat upaya pemulihan pascabencana. Selain membersihkan puing, upaya penyelamatan barang penting juga menjadi prioritas agar keluarga terdampak dapat segera memulihkan aktivitas sehari-hari.
"Ada beberapa rumah warga di Dusun Soro, Kabupaten Bima, yang mengalami dampak dari gempa di Flores. Sebagai wujud kepedulian, Tim SAR Brimob Polda NTB ikut membantu warga yang terdampak. Personel membantu membersihkan puing-puing akibat gempa,"
Kutipan di atas disampaikan oleh Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., yang menegaskan tindakan tersebut merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Polri dan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana.
Dampak di tingkat lokal dan langkah yang dilakukan
Di Dusun Moto dan sekitarnya, warga melaporkan retakan dan kerusakan pada struktur bangunan rumah. Meski laporan tidak menyebutkan jumlah rumah secara keseluruhan, aktivitas pembersihan dan evakuasi berjalan intensif dengan melibatkan personel Brimob yang memiliki kemampuan SAR.
Langkah-langkah yang dilakukan tim di lokasi meliputi:
- Evakuasi warga dari rumah yang dinilai berisiko;
- Pembersihan puing dan material bangunan yang menumpuk;
- Penyelamatan barang-barang milik warga yang masih dapat digunakan;
- Koordinasi awal dengan aparat setempat untuk pemulihan lebih lanjut.
| Aksi | Tujuan |
|---|---|
| Evakuasi | Memastikan keselamatan warga dari risiko reruntuhan |
| Pembersihan puing | Mengurangi hambatan bagi mobilitas dan kegiatan pemulihan |
| Penyelamatan barang | Meminimalkan kerugian materi bagi keluarga terdampak |
Peran kepolisian dalam tanggap bencana
Kasus ini memperlihatkan peran ganda aparat kepolisian yang tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan bantuan kemanusiaan saat bencana. Menurut pernyataan resmi Polda NTB, tindakan Tim SAR Brimob merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab untuk membantu masyarakat mengatasi keadaan darurat.
Hingga penyusunan berita ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau estimasi kerusakan total di Kabupaten Bima yang disampaikan dalam sumber. Namun, upaya pembersihan dan evakuasi di titik terdampak menunjukkan adanya kerusakan yang memerlukan perhatian dan dukungan lanjutan.
Imbauan dan dukungan masyarakat
Polda NTB berharap dukungan dan gotong royong antara petugas dan warga dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin. Masyarakat diminta tetap waspada, melaporkan kondisi bangunan yang retak kepada pihak berwenang, dan memprioritaskan keselamatan keluarga.
Berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan kemungkinan instansi terkait lain di daerah, diperkirakan akan terus memantau situasi sekaligus menyiapkan bantuan lanjutan bagi warga terdampak. Pemantauan berkala dan koordinasi antarlembaga menjadi kunci agar respons tanggap darurat berjalan efektif.
Redaksi akan terus mengikuti perkembangan kondisi di Kabupaten Bima dan melaporkan informasi resmi berikutnya terkait dampak gempa serta upaya pemulihan yang dijalankan oleh pemerintah dan instansi terkait.