Turnamen PORDI Bontang sebagai Sarana Penguatan Sosial dan Keamanan
Polres Bontang menyelenggarakan Turnamen Domino Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) pada Sabtu, 22 Agustus 2026 di Aula Parama Satwika Polres Bontang, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara. Kegiatan itu diadakan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan diikuti oleh 432 peserta dari berbagai gardu kota.
Pembukaan turnamen dihadiri sejumlah pejabat Polres dan pengurus PORDI kota, antara lain Wakapolres Bontang Kompol Awan Kurnianto, Ketua Panitia AKP M. Rakib Rais, serta Ketua PORDI Kota Bontang H. Fahruddin Ismail (Oca). Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan, Mars PORDI, pembacaan doa, dan laporan panitia penyelenggara.
Organisasi Domino yang Terstruktur
Ketua PORDI Kota Bontang, H. Fahruddin Ismail, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya saat ini memiliki struktur dan basis anggota yang cukup besar. Menurut keterangan panitia, PORDI Kota Bontang memiliki 60 gardu dengan jumlah anggota mencapai 1.203 orang. Turnamen yang digelar merupakan kompetisi ke-19 selama masa kepengurusan organisasi tersebut.
| Aspek | Jumlah |
|---|---|
| Peserta turnamen | 432 |
| Gardu PORDI Kota Bontang | 60 |
| Anggota PORDI | 1.203 |
| Turnamen ke- | 19 |
Olahraga dan Solidaritas
Dalam sambutannya, Ketua PORDI menekankan bahwa olahraga domino tidak semata soal kompetisi, melainkan juga ajang mempererat silaturahmi dan membangun harmonisasi antaranggota serta dengan masyarakat luas. Dia berharap organisasi dapat berperan positif dalam menjaga ketertiban dan mendukung upaya penanggulangan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
"Kita ini bertanding mengutamakan silaturahmi aja. Tetap sportif, jaga kekompakan, dan jaga persatuan. Kepada Polres Bontang kami berterima kasih telah mengadakan turnamen masyarakat ini,"
Polres Dorong Komunikasi Dua Arah
Wakapolres Bontang, Kompol Awan Kurnianto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini efektif memperkuat kedekatan dan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Menurut Awan, Polres Bontang berupaya menegaskan peran sebagai "rumah masyarakat" yang siap menerima informasi dan bekerja sama dalam menjaga ketertiban.
"Polres Bontang adalah rumah masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu berkomunikasi dengan kepolisian apabila menemukan permasalahan atau kejadian yang membutuhkan penanganan,"
Implikasi bagi Keamanan dan Pembangunan Sosial
Penyelenggaraan turnamen berskala ratusan peserta menunjukkan mobilisasi sosial yang kuat di tingkat Kota Bontang. Selain aspek rekreasi dan kebudayaan lokal, adanya hubungan yang lebih intensif antara organisasi warga dan aparat keamanan dapat berdampak pada beberapa hal praktis:
- Deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas melalui jaringan gardu dan anggota PORDI;
- Peningkatan rasa memiliki terhadap ruang publik dan kegiatan warga sehingga mengurangi potensi konflik lokal;
- Peluang bagi aparat kepolisian untuk melakukan pendekatan preventif dan edukatif terkait hukum dan ketertiban.
Bagi pemangku kepentingan kota, termasuk pemerintah kelurahan dan institusi keamanan, kegiatan seperti turnamen domino dapat dijadikan platform sinergi pelibatan masyarakat dalam program-program keamanan dan pembangunan sosial. Polres Bontang telah menunjukkan inisiatif menjalin komunikasi melalui dukungan terhadap kegiatan masyarakat; tantangannya adalah menjaga kesinambungan keterlibatan tersebut agar berdampak pada perbaikan nyata dalam penanggulangan masalah keamanan di tingkat komunitas.
Turnamen PORDI yang berlangsung di Aula Parama Satwika juga menjadi pengingat pentingnya mengelola ruang sosial informal—seperti permainan tradisional—sebagai aset dalam strategi peningkatan kohesi sosial dan pencegahan gangguan keamanan, khususnya di kota-kota menengah seperti Bontang yang sedang menghadapi dinamika pertumbuhan dan perubahan sosial.