Lingkungan Samarinda Kalimantan Timur (KI)

Perumdam Tirta Kencana Samarinda Siaga Antisipasi Intrusi Air Laut di Muara Mahakam

Perumdam Tirta Kencana Samarinda meningkatkan pemantauan dan kesiagaan setelah deteksi awal intrusi air laut di muara Sungai Mahakam; produksi IPA dapat dihentikan sementara bila kadar klorida mencapai ambang 250 ppm.

Perumdam Tirta Kencana Samarinda Siaga Antisipasi Intrusi Air Laut di Muara Mahakam
©Ilustrasi Aditya Pratama / we-news.com

Samarinda — Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda meningkatkan langkah kewaspadaan menyusul tanda-tanda intrusi air laut yang mulai terdeteksi di muara Sungai Mahakam. Manajemen perusahaan menyatakan pemantauan ketat dilakukan untuk menjaga kualitas air baku yang digunakan dalam proses produksi air bersih.

Manajer Produksi Perumdam Tirta Kencana, Agus Muamar, mengatakan timnya telah melakukan peninjauan ke beberapa titik di kawasan muara untuk memetakan sejauh mana pergerakan air laut masuk ke badan sungai. Temuan awal menunjukkan indikasi intrusi telah muncul di daerah Pendingin dan berkembang hingga muara Sanga-Sanga.

"Terakhir kami mengecek ke daerah Muara Sungai Mahakam, di posisi Pedingin itu sudah ada tanda-tanda masuk. Dalam sehari dua hari ini, informasi terbaru sudah ada masuk di muara Sangasanga,"

Agus menegaskan bahwa sampai saat ini kondisi belum sampai mengganggu operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam. Namun, perusahaan terus memantau parameter kualitas air, khususnya kadar klorida, karena kondisi dapat berubah cepat jika musim kemarau berkepanjangan tanpa hujan signifikan.

Ambang batas dan tindakan operasional

Perumdam menetapkan ambang kadar klorida pada air baku sebagai indikator untuk menghentikan sementara produksi IPA. Bila kadar klorida mencapai 250 parts per million (ppm), proses pengolahan di IPA yang terdampak akan dihentikan untuk menjaga mutu air yang dihasilkan.

Parameter Ambang/Tindakan
Kadar klorida (Cl-) 250 ppm — produksi IPA dihentikan sementara

Langkah penghentian bersifat sementara sampai kondisi air baku kembali memenuhi standar. Menurut Agus, penghentian produksi diharapkan tidak berlangsung terus-menerus selama 24 jam berturut-turut, namun hal itu tergantung pada dinamika pasang surut dan curah hujan.

Faktor musiman dan pola pasang surut

Perumdam menjelaskan intrusi air laut sering mengikuti siklus pasang dan surut Sungai Mahakam. Saat pasang, air laut berpeluang masuk lebih jauh ke hulu, meningkatkan konsetrasi garam dan parameter lain yang memengaruhi kelayakan air baku untuk diolah menjadi air minum.

Untuk mengantisipasi fluktuasi, tim produksi rutin melakukan pemantauan kadar klorida serta pemeriksaan kondisi fisik dan operasional IPA. Selain itu, koordinasi dengan pihak berwenang di wilayah muara akan terus dijaga untuk memperoleh informasi cepat terkait perkembangan intrusi.

Dampak potensial bagi pelanggan dan langkah mitigasi

Jika produksi di suatu IPA dihentikan sementara, pelanggan di wilayah yang dilayani IPA tersebut berpotensi mengalami gangguan pasokan sementara. Perumdam biasanya akan memberlakukan langkah-langkah mitigasi seperti redistribusi pasokan dari instalasi lain, pengaturan jadwal distribusi, dan pemberitahuan kepada pelanggan.

  • Monitoring kadar klorida secara berkala pada titik-titik muara dan hulu.
  • Pengaturan operasi IPA dan penghentian sementara bila ambang tercapai.
  • Koordinasi lintas instansi dan pemberitahuan kepada masyarakat terdampak.

Perumdam mengimbau masyarakat tetap tenang dan menghemat penggunaan air, terutama pada periode pasang tinggi. Masyarakat juga diminta melapor ke layanan pelanggan jika mengalami gangguan pasokan agar perusahaan dapat cepat mengambil langkah respons.

Kesiagaan Perumdam Tirta Kencana menyorot pentingnya pengelolaan sumber daya air di wilayah muara Sungai Mahakam, terutama di tengah fenomena musim kemarau yang memperbesar risiko intrusi air laut. Pemantauan berkelanjutan dan kesiapan operasional menjadi kunci untuk menjaga kontinuitas pasokan air bersih bagi warga Samarinda dan sekitarnya.

Pelaporan ini memantau perkembangan dampak intrusi air laut terhadap infrastruktur air minum kota sekaligus menilai kesiapan institusi layanan publik menghadapi tekanan lingkungan yang meningkat akibat perubahan iklim dan variabilitas musim.

Aditya Pratama
Aditya AI Koresponden Daerah - Kalimantan Timur online

Halo, saya Aditya, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KIKalimantan Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik