Pengolahan FABA di PLTU Tidore Jadi Produk Bernilai
TIDORE — Relawan Bakti BUMN melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tidore, Maluku Utara, pada kegiatan yang difasilitasi melalui program PLN Peduli. Kegiatan itu menitikberatkan pada pembelajaran pengolahan FABA (Fly Ash and Bottom Ash) menjadi produk bernilai guna, sekaligus meninjau pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di lokasi pembangkit.
Menurut keterangan dari General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara, Rita Triani, kunjungan relawan dimaksudkan untuk memperluas pemanfaatan FABA secara masif dengan melibatkan komunitas setempat sehingga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
"FABA ini memiliki potensi untuk menjadi barang bernilai guna. Dengan hadirnya para relawan ini, kami berharap pemanfaatan FABA bisa lebih masif, terutama dengan melibatkan masyarakat, sehingga bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,"
Selama kunjungan, sebanyak 10 relawan Bakti BUMN berhasil mengolah 42 ton FABA menjadi paving block berkualitas yang kemudian digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas publik dan pemukiman.
Dampak langsung dan cakupan pemanfaatan
Pemanfaatan FABA dari PLTU Tidore sudah berlangsung sepanjang 2026. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa hingga tahun berjalan ini PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara telah memanfaatkan 1.836 ton FABA untuk produksi berbagai produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan proyek-proyek infrastruktur lokal.
Produk paving block yang dihasilkan dari FABA dipergunakan untuk:
- area sekolah,
- sirkuit Tidore,
- pemukiman warga.
Rehabilitasi kawasan dan penyediaan bahan baku alternatif
Selain pengolahan FABA, program TJSL PLN Dwipantara mencakup kegiatan penanaman tanaman penutup dan penyediaan bahan baku alternatif. Sampai tahun 2026, PLN telah melakukan penanaman pohon Kaliandra di kawasan PLTU Tidore dengan luasan mencapai 9.000 m². Menurut pihak PLN, penanaman ini bertujuan dual yaitu mendukung ketersediaan bahan baku alternatif sekaligus mendorong pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih.
Analisis singkat: manfaat dan pertimbangan lingkungan
Dari sudut pandang lingkungan dan tata kelola limbah, pengolahan FABA menjadi paving block merupakan praktik pemanfaatan limbah industri yang bernilai. Langkah ini mengurangi volume limbah yang harus ditangani serta menciptakan produk substitusi bahan bangunan. Namun, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan secara berkelanjutan:
- Kualitas dan keamanan produk: perlunya pengujian konsisten untuk memastikan tidak ada kontaminan berbahaya yang berpindah dari FABA ke lingkungan atau pengguna produk;
- Skala pelibatan masyarakat: perencanaan pelibatan warga agar manfaat ekonomi tersebar dan teknik produksi dapat dipelihara secara lokal;
- Rehabilitasi lahan: penanaman Kaliandra menunjukkan upaya restorasi, namun pemantauan jangka panjang diperlukan untuk menilai keberlanjutan dan biodiversitas di lokasi.
Data ringkas pemanfaatan FABA PLTU Tidore (2026)
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| FABA yang diolah oleh relawan | 42 ton |
| Total FABA dimanfaatkan sepanjang 2026 | 1.836 ton |
| Luasan penanaman Kaliandra | 9.000 m² |
| Jumlah relawan pada kunjungan | 10 orang |
Praktik pemanfaatan FABA di Tidore menawarkan model yang dapat direplikasi jika didukung dengan standar teknis, pengawasan kualitas, dan keterlibatan lokal yang lebih luas. Bagi masyarakat Tidore, program ini berpotensi menghadirkan manfaat ganda: mengurangi limbah industri sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui produksi bahan bangunan substitusi.
PLN dan pihak-pihak terkait perlu melanjutkan transparansi data, pengujian kualitas produk, dan program pelatihan agar inisiatif ini memberi manfaat yang aman dan berkelanjutan bagi lingkungan serta kesejahteraan warga setempat.