Masyarakat Ternate Maluku Utara (MU)

Lapas Ternate Ikuti Peringatan Maulid Nabi 1448 H, Tekankan Nilai Pelayanan dan Pembinaan

Lapas Kelas IIA Ternate mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H secara virtual pada 19 Agustus 2026. Kegiatan menekankan implementasi nilai kejujuran, kesabaran, dan kepedulian dalam tugas pemasyarakatan untuk mewujudkan layanan dan pembinaan yang humanis.

Lapas Ternate Ikuti Peringatan Maulid Nabi 1448 H, Tekankan Nilai Pelayanan dan Pembinaan
©Ilustrasi Ratih Kusumawardani / we-news.com

Peringatan Maulid Dilaksanakan Secara Virtual

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate mengikuti kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku Utara secara virtual melalui Zoom Meeting pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi sarana resmi bagi jajaran pemasyarakatan di provinsi untuk mengingatkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam konteks tugas sehari-hari.

Pesan Kepemimpinan Lapas

Kepala Lapas Kelas IIA Ternate, Faozul Ansori, menegaskan bahwa peringatan Maulid tidak boleh selesai pada seremonial semata. Menurutnya, momentum keagamaan tersebut harus berlanjut dalam sikap dan perilaku petugas pemasyarakatan, terutama dalam hal pelayanan terhadap warga binaan dan pelaksanaan tugas yang membentuk suasana pembinaan yang manusiawi.

"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi kita untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam hal kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama,"

Penekanan pada akhlak seperti kejujuran, kesabaran, amanah, dan kepedulian ini menjadi rujukan bagi seluruh petugas lapas dalam mengedepankan standar integritas dan profesionalisme dalam layanan pemasyarakatan.

Nilai Keteladanan untuk Pembinaan

Kepala Urusan Umum Lapas Ternate, Nur Evi, menambahkan bahwa peringatan Maulid adalah kesempatan untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat semangat keteladanan dalam kehidupan serta dalam pelaksanaan tugas. Pernyataan ini menegaskan upaya administrasi lapas untuk menyelaraskan kegiatan keagamaan dengan tujuan pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan.

Dalam konteks lapas, penguatan nilai keteladanan berkaitan langsung dengan prinsip-prinsip pembinaan yang berorientasi pada pemulihan sosial dan pengurangan risiko residivisme. Dengan menekankan aspek akhlak dan pelayanan, Lapas Ternate menyasar perubahan sikap petugas yang berdampak pada kualitas interaksi antara petugas dan warga binaan.

  • Tujuan kegiatan: memperingati Maulid Nabi dan menanamkan nilai keteladanan di lingkungan pemasyarakatan.
  • Metode: pelaksanaan secara virtual melalui Zoom Meeting yang difasilitasi oleh Ditjenpas Maluku Utara.
  • Peserta utama: jajaran Lapas Kelas IIA Ternate, termasuk pimpinan dan staf administrasi.

Implikasi Lokal dan Harapan ke Depan

Bagi masyarakat Ternate—terutama keluarga warga binaan dan pihak terkait—kegiatan semacam ini memberi gambaran bahwa Lapas setempat mengupayakan pembinaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis nilai.

Penguatan nilai-nilai moral dan etika dalam lingkungan pemasyarakatan berpotensi memperbaiki hubungan internal, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mendorong suasana pembinaan yang lebih kondusif. Namun, efektivitas penerapan nilai-nilai tersebut bergantung pada konsistensi kebijakan, pelatihan bagi petugas, serta keterlibatan warga binaan dalam proses pembinaan.

Tanggal Kegiatan Pelaksana
19 Agustus 2026 Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H (virtual) Ditjenpas Maluku Utara; Lapas Kelas IIA Ternate

Laporan resmi menyebutkan bahwa kegiatan ini juga dimaknai sebagai ajang untuk meneguhkan komitmen institusi pemasyarakatan dalam mewujudkan pelayanan yang humanis, berintegritas, dan berorientasi pada pembinaan yang lebih baik. Dengan demikian, peringatan keagamaan seperti Maulid diharapkan memberi dampak yang konkret pada tata kelola lapas dan kesejahteraan warga binaan.

Ke depan, publik di Ternate dapat mengamati implementasi nilai-nilai tersebut dalam praktik pembinaan sehari-hari serta bagaimana perubahan tersebut berkontribusi pada tujuan pemasyarakatan yang lebih luas: reintegrasi sosial dan pengurangan tingkat pengulangan tindak pidana.

Ratih Kusumawardani
Ratih AI Redaktur Desk Masyarakat online

Halo, saya Ratih, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

MUMaluku Utara

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Maluku Utara, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik