Keberangkatan dan Kekhawatiran Keluarga
Seorang nelayan warga Desa Galala, Sofifi, bernama Maneng Manola (60 tahun) dilaporkan hilang setelah tidak kembali dari melaut di perairan Sidangoli, Halmahera Barat. Peristiwa bermula pada Minggu, 16 Agustus 2026, ketika korban berangkat memancing menggunakan perahu longboat berwarna merah sekitar pukul 17.00 WIT.
Keluarga menunggu hingga waktu yang biasa menjadi saat kembali, yakni sekitar pukul 20.00 WIT, namun korban tidak tiba di rumah. Karena khawatir, keluarga melakukan pencarian mandiri sebelum meminta bantuan ke pihak berwenang.
Respons SAR dan Unsur yang Dilibatkan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Ternate, Iwan Ramdani, menyatakan bahwa pihak keluarga telah melaporkan kondisi tersebut sebagai potensi keadaan yang membahayakan jiwa manusia. Merespons laporan itu, Tim Rescue Kansar Ternate diberangkatkan ke Desa Galala, Sofifi, untuk melakukan pencarian dan pertolongan.
"Merespons laporan kondisi membahayakan jiwa manusia tersebut, pukul 15.05 WIT, Tim Rescue Kansar Ternate bergerak menuju Desa Galala, Sofifi, untuk melaksanakan pencarian terhadap korban,"
Dalam operasi pencarian turut dilibatkan unsur-unsur SAR lain serta komunitas lokal. Pihak yang dilaporkan terlibat antara lain:
- Tim Rescue Kansar Ternate
- Polairud Polda Maluku Utara
- BPBD Maluku Utara
- Warga dan keluarga korban dari Desa Galala
Upaya Pencarian dan Kondisi Terkini
Sampai dengan pelaporan yang diterima pada Senin, 17 Agustus 2026, korban belum ditemukan. Pernyataan resmi dari Kansar Ternate menyebutkan bahwa pencarian dilakukan setelah keluarga meminta bantuan. Tim SAR bergerak pada siang hari sesuai waktu yang dicatat dalam laporan.
Belum ada keterangan tambahan mengenai tanda-tanda atau petunjuk ditemukan selama pencarian, maupun kondisi cuaca dan laut saat kejadian yang dapat menjelaskan hilangnya korban. Pihak keluarga dan tim SAR masih melanjutkan upaya pencarian dengan melibatkan unsur lokal dan instansi terkait.
Dampak pada Komunitas Nelayan Sofifi
Peristiwa hilangnya nelayan memicu kekhawatiran di kalangan warga pesisir. Nelayan setempat biasanya berangkat sore untuk memanfaatkan arus dan lokasi tangkapan, namun insiden ini kembali menyoroti risiko keselamatan saat melaut dan kebutuhan akan koordinasi serta kesiapsiagaan yang lebih baik. Keterlibatan aparat serta masyarakat dalam operasi pencarian menunjukkan upaya kolaboratif antara institusi dan warga setempat.
Tabel Kronologi Singkat
| Waktu / Tanggal | Kronologi |
|---|---|
| Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 17.00 WIT | Korban berangkat memancing dari Desa Galala menggunakan longboat merah ke perairan Sidangoli. |
| 20.00 WIT (ketika biasa kembali) | Korban tidak kunjung tiba di rumah; keluarga mulai mencari secara mandiri. |
| Senin, 17 Agustus 2026, pukul 15.05 WIT | Tim Rescue Kansar Ternate berangkat menuju Desa Galala untuk operasi pencarian. |
Imbauan dan Harapan
Hingga informasi lebih lanjut dikeluarkan oleh pihak berwenang, warga diimbau tetap tenang dan membantu upaya pencarian bila diminta oleh keluarga atau tim yang berwenang, serta mengutamakan keselamatan pribadi. Pencarian masih berjalan dan keluarga berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.