Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia menyalurkan 1.900 porsi makanan kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Bantuan disalurkan ke beberapa titik pengungsian di Desa Nanga Mbaling dan Desa Pota, Kecamatan Sambi Rampas, untuk memenuhi kebutuhan pangan warga dalam fase darurat bencana.
Respons cepat untuk kebutuhan dasar
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyatakan bahwa penyaluran makanan siap saji dilakukan sebagai upaya menjaga ketahanan fisik dan kesehatan pengungsi di tengah kondisi tanggap darurat. Menurut Idy, kehadiran tim Baznas di lapangan merupakan wujud tanggung jawab terhadap amanah para donatur dan muzaki.
"Kami terus memastikan kebutuhan dasar seluruh korban terdampak gempa di Manggarai Timur terpenuhi secara cepat dan merata melalui dapur umum Baznas,"
Penyaluran difokuskan pada titik-titik posko pengungsian agar makanan dapat diterima dan dikonsumsi tepat waktu oleh para korban. Petugas dari Baznas mengantarkan langsung paket makanan ke posko-posko tersebut.
Penanganan di lapangan dan fasilitas tambahan
Personel Badan Teknologi dan Baznas (BTB), Dede Nurjaman, yang berada di lokasi menjelaskan bahwa selain makanan siap saji, tim juga menyediakan fasilitas terkait kebutuhan minuman dan makanan anak. Mereka menyiapkan dapur air untuk menyediakan susu bayi, serta minuman hangat seperti kopi dan teh, dan makanan ringan untuk pengungsi.
- Jumlah porsi makanan yang disalurkan: 1.900 porsi
- Lokasi distribusi utama: Desa Nanga Mbaling dan Desa Pota
- Penyaluran diarahkan ke posko dengan penerima manfaat antara 137 hingga 800 jiwa per posko
Sebaran penerima dan logistik
Dede Nurjaman menyebut distribusi menyasar beberapa posko pengungsian di Kecamatan Sambi Rampas. Data lapangan menunjukkan jumlah pengungsi di tiap posko bervariasi, dengan penerima manfaat yang tercatat berkisar antara 137 hingga 800 orang, bergantung pada titik pengungsian.
| Elemen | Data |
|---|---|
| Total porsi makanan | 1.900 |
| Desa penerima | Desa Nanga Mbaling, Desa Pota (Kec. Sambi Rampas) |
| Rentang penerima per posko | 137–800 jiwa |
Keterpaduan bantuan pemerintah dan lembaga
Penyaluran Baznas merupakan bagian dari upaya terpadu yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan relawan lokal dalam penanganan pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan komitmen jajaran pemerintah untuk mempercepat tindakan darurat dan proses pemulihan.
Sejak hari pertama kejadian, menurut pernyataan resmi pemerintah, sejumlah menteri dan pimpinan lembaga telah berada di lapangan untuk meninjau kondisi serta mempercepat koordinasi penanganan. Kehadiran Baznas di lokasi memperkuat ketersediaan logistik pangan bagi pengungsi.
Dampak lokal dan kebutuhan lanjutan
Bagi warga di desa-desa terdampak, distribusi makanan dan penyediaan fasilitas kebutuhan dasar menjadi prioritas utama selama masa evakuasi. Selain pangan, kebutuhan kesehatan, air bersih, tempat tinggal sementara, dan perlindungan bagi anak menjadi sorotan utama dalam proses tanggap darurat.
Koordinasi antara lembaga bantuan dan pemerintahan lokal tetap diperlukan untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran dan menghindari penumpukan di satu lokasi. Peran relawan serta komunitas lokal turut menentukan kecepatan pendistribusian bantuan hingga ke desa-desa terpencil.
Penyaluran 1.900 porsi makanan oleh Baznas adalah langkah awal dalam fase darurat; namun kebutuhan logistik jangka menengah dan panjang akan terus dipantau oleh pemerintah dan organisasi kemanusiaan guna mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur.
Penulis melaporkan dari Nusa Tenggara Timur, mengikuti perkembangan penanganan pascagempa dan upaya pemulihan yang melibatkan berbagai pihak.