Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Minggu sore jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 53 jiwa. Angka itu merupakan data sementara yang diterima lembaga nasional tersebut.
Distribusi korban dan kondisi di lapangan
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan rincian korban meninggal menurut kabupaten yang terdampak.
"Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang,"
Selain korban jiwa, BNPB mencatat korban luka-luka sebanyak 137 orang. Para korban luka dirawat di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan di fasilitas kesehatan darurat yang didirikan untuk respon segera.
Kerusakan bangunan dan fasilitas publik
Data sementara menunjukkan kerusakan pada hunian dan fasilitas umum cukup luas. Tercatat:
- 154 unit rumah rusak berat;
- 49 unit rusak sedang;
- 38 unit rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan infrastruktur publik lainnya. Sejumlah rumah sakit mengalami kerusakan sehingga beberapa pasien dipindahkan dan rencana pembangunan rumah sakit lapangan dibahas untuk menampung pasien yang membutuhkan perawatan.
| Aspek | Jumlah (sementara) |
|---|---|
| Korban meninggal | 53 jiwa |
| Korban luka-luka | 137 jiwa |
| Rumah rusak berat | 154 unit |
| Rumah rusak sedang | 49 unit |
| Rumah rusak ringan | 38 unit |
| Pengungsi | 5.659 jiwa (5.488 terpusat, 171 mandiri) |
| Paket bantuan disalurkan | 4.925 paket |
Pengungsi, evakuasi, dan penanganan darurat
Hingga laporan tersebut disiarkan, pendataan pengungsi masih berlangsung oleh tim gabungan. BNPB mencatat 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat di lokasi pengungsian dan 171 jiwa memilih mengungsi secara mandiri. Petugas gabungan melakukan evakuasi serta memberikan perawatan medis kepada korban luka.
Pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan logistik yang tiba di beberapa titik di NTT, termasuk Maumere dan Labuan Bajo, sebagai bagian tanggap darurat. Total paket bantuan yang disalurkan tercatat mencapai 4.925 paket.
Koordinasi pemerintah dan fokus operasi
Kepala BNPB bersama sejumlah menteri dan unsur pemerintah pusat telah menuju lokasi terdampak untuk mempercepat penanganan darurat. Fokus utama operasi adalah pencarian dan pertolongan korban, stabilisasi kondisi kesehatan masyarakat, serta penanganan pengungsian dan distribusi bantuan.
Di beberapa lokasi, fasilitas kesehatan rusak sehingga opsi mendirikan rumah sakit lapangan dan fasilitas kesehatan darurat tengah dipertimbangkan untuk memastikan layanan medis dapat terus diberikan, termasuk memindahkan pasien dari rumah sakit yang tidak layak pakai.
Dampak sosial dan kebutuhan lanjutan
Bencana ini menimbulkan kerentanan ekstra bagi warga terdampak yang sudah menjalani kehidupan di daerah terpencil. Pemulihan perlu melibatkan penilaian struktur bangunan, bantuan perumahan sementara, pemulihan layanan dasar, serta dukungan psikososial bagi korban dan keluarga yang kehilangan anggota.
BNPB menegaskan data yang dirilis masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan. Masyarakat diimbau mengikuti arahan resmi terkait evakuasi dan bantuan serta berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Perkembangan lebih lanjut mengenai jumlah korban, kondisi infrastruktur, dan distribusi bantuan di wilayah-wilayah terdampak di Nusa Tenggara Timur akan terus dipantau dan diinformasikan oleh pihak berwenang.
Fransiska Dhena, Koresponden Daerah - Nusa Tenggara Timur