Kapal Logistik untuk Pengungsi
MAUMERE — KM Tidar dijadwalkan tiba di Pelabuhan Maumere pada Rabu, 19 Agustus 2026, membawa bantuan kemanusiaan sebanyak 281 koli untuk masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Sikka. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Surabaya dan berlayar menuju Makassar sebelum melanjutkan rute ke Maumere.
Sumber dan jenis bantuan
Bantuan yang diangkut KM Tidar berasal dari beberapa pihak, antara lain PELNI Group melalui unit usaha terkait dan Pusat Kemanusiaan Sulawesi Selatan Yayasan Muslim Asia. Rincian kiriman yang diberangkatkan dari Makassar tercatat sebagai berikut.
| Pemberi | Jumlah (koli) |
|---|---|
| Pusat Kemanusiaan Sulawesi Selatan Yayasan Muslim Asia | 226 |
| TJSL PELNI | 30 |
| PT Sarana Bandar Nasional (SBN) | 13 |
| PT Pelita Indonesia Djaya (PID) | 12 |
| Total | 281 |
Isi bantuan dan tujuan
Menurut keterangan yang disampaikan, bantuan terdiri atas kebutuhan pribadi dan perlengkapan darurat yang disesuaikan dengan kondisi hunian pengungsi. Item yang tercantum meliputi:
- makanan dan air minum kemasan;
- susu bayi dan popok;
- perlengkapan mandi;
- kasur dan terpal;
- tenda darurat;
- lampu darurat (emergency lamp);
- paket perlengkapan sekolah.
Barang-barang tersebut ditujukan untuk membantu meringankan kebutuhan warga yang saat ini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian pascagempa.
“Melalui bantuan TJSL ini, kami ingin memperlihatkan bahwa armada kapal PELNI tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga alat transportasi yang dapat berperan pada misi kemanusiaan. Semoga bantuan yang diberikan oleh TJSL PELNI Group ini dapat sedikit meringankan penderitaan saudara-saudara kita di NTT,”
Kata kutip di atas disampaikan oleh Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI, Hana Suhardi, sebagai bagian dari penjelasan mengenai peran perusahaan pelayaran dalam tanggap bencana.
Dampak bagi distribusi bantuan di Maumere
Kedatangan KM Tidar menjadi salah satu jalur logistik penting karena Maumere dan wilayah sekitarnya bergantung pada pengiriman laut untuk barang bantuan berskala besar. Dengan 281 koli yang dibawa, diharapkan ada suplai tambahan untuk kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian. Namun, penyaluran lanjutan dari pelabuhan ke titik-titik pengungsian tetap memerlukan koordinasi antarinstansi, termasuk dinas sosial, BPBD, dan organisasi nonpemerintah setempat.
Kebutuhan lanjutan dan peran masyarakat
Masyarakat Maumere dan relawan diimbau untuk terus berkoordinasi dengan pihak berwenang mengenai prioritas distribusi agar bantuan tepat sasaran. Selain kebutuhan dasar yang telah disebut, kebutuhan medis, perlindungan anak, serta layanan psikososial juga menjadi perhatian berkelanjutan bagi korban gempa.
Dengan rute pelayaran yang melibatkan Surabaya dan Makassar, penggunaan armada KM Tidar menunjukkan peran sarana transportasi laut dalam merespons darurat di wilayah Nusa Tenggara Timur. Pemantauan atas proses bongkar muat dan distribusi selanjutnya akan menjadi penentu seberapa cepat bantuan tersebut dapat menjangkau warga terdampak.
Korresponden: Laporan dari Maumere, Nusa Tenggara Timur. Informasi ini disusun berdasarkan keterangan resmi pihak terkait yang disampaikan pada 18 Agustus 2026.