Manggarai — Gempa kembali mengguncang wilayah Ruteng, Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026. Gempa yang mulai terasa pada sekitar pukul 06.47 WIT menyebabkan warga di kawasan Jalan Kartini dan sekitarnya berlari keluar dari rumah, hotel, dan penginapan untuk mencari tempat yang lebih terbuka.
Guncangan singkat namun menimbulkan kepanikan
Pengamatan di lokasi menunjukkan guncangan berlangsung beberapa detik dengan suara gemuruh dari atap dan tembok bangunan. Sejumlah warga melaporkan kerusakan material ringan di dalam hunian. Seorang warga yang berada di salah satu hotel di Jalan Kartini mengatakan,
“Dinding kamar mandi rentak, langsung berjatuhan semennya,”
Hingga berita ini disusun, sejumlah warga masih memilih bertahan di luar rumah atau penginapan untuk menghindari risiko bila terjadi gempa susulan.
Data BMKG dan konteks seismik
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut bermagnitudo 5,6 dan mengonfirmasi gempa bersifat tektonik dengan titik pusat di wilayah Ruteng, Manggarai, NTT. BMKG juga menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Sebelumnya, pada pukul 00.17 WIT wilayah NTT juga pernah dirasakan gempa bermagnitudo 5,7. BMKG menyampaikan data kumulatif sampai pagi 20 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB menunjukkan aktivitas susulan yang signifikan.
| Waktu (WIT/WIB) | Magnitudo | Keterangan |
|---|---|---|
| 00.17 WIT | 5,7 | Gempa sebelumnya di wilayah NTT |
| 06.47 WIT | 5,6 | Gempa di Ruteng, Manggarai |
BMKG juga mencatat hingga tanggal 20 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB terdapat 3.394 gempa susulan; magnitudo terbesar 6,2, magnitudo terkecil 1,1, dan 26 gempa berkekuatan di atas magnitudo 5. Jumlah gempa susulan yang dirasakan tercatat sebesar 99.
Dampak langsung dan kondisi warga
Akibat getaran, beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan seperti retak dan rontokan semen pada bagian interior. Kondisi ini membuat warga memilih berlindung di area terbuka, di antaranya di trotoar dan halaman hotel. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan berat dari sumber lokal pada saat peliputan pertama.
Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada: menjauhi bangunan yang tampak retak, menghindari area di bawah pohon besar atau tiang listrik, serta menyiapkan barang penting dan kotak P3K jika diperlukan.
Arah respons dan bantuan
Saat berita ini ditulis, respons tanggap darurat bersifat lokal dan pendataan kerusakan masih berlangsung. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait untuk perkembangan gempa susulan serta arahan keselamatan.
- Ikuti update resmi BMKG melalui akun terverifikasi untuk informasi tsunami dan gempa susulan.
- Periksa kondisi bangunan; tinggalkan hunian jika terlihat retak atau struktur tidak aman.
- Siapkan alat komunikasi, penerangan, dan kebutuhan darurat dasar.
Peristiwa gempa yang berulang di NTT menambah kekhawatiran warga yang telah terdampak gempa besar sebelumnya. Solidaritas dan koordinasi penanganan di tingkat lokal dan provinsi menjadi kunci untuk meminimalkan risiko lanjutan bagi masyarakat.
Peliputan ini akan terus diperbarui apabila ada konfirmasi resmi lebih lanjut mengenai dampak, jumlah korban, serta upaya penanganan dari instansi terkait di Manggarai dan sekitarnya.