ENDE — Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, meninjau langsung dampak gempa dan mengevaluasi kebutuhan pemulihan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8). Kedatangan Mendagri ke Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende dimaksudkan untuk melihat kondisi infrastruktur serta layanan dasar yang terdampak dan memastikan respons pemerintah berjalan terkoordinasi.
Setibanya di Ende, Tito menyatakan pemeriksaan akan difokuskan pada titik-titik yang membutuhkan perhatian segera, termasuk perbaikan jalan dan infrastruktur dasar lainnya. Ia juga menegaskan perlunya koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mengetahui "titik mana yang memerlukan apa" sehingga penanganan di lapangan lebih tepat sasaran.
Prioritas keselamatan dan layanan dasar
Dalam peninjauannya, Mendagri menekankan bahwa keselamatan korban menjadi prioritas utama pada tahap awal. Ia mengatakan masyarakat yang sakit harus segera mendapatkan pengobatan, sementara kebutuhan dasar keluarga terdampak harus dipenuhi. Selain itu, pemulihan layanan dasar seperti listrik, internet, dan komunikasi perlu segera dilakukan untuk mendukung upaya tanggap darurat.
"Prioritas utama, evakuasi dan menolong korban, dan memulihkan infrastruktur dasar, listrik, internet, komunikasi ya, kemudian jalan, akses, harus dibuka,"
Tito menyampaikan juga bahwa langkah cepat akan diambil bila ditemukan kerusakan akses jalan atau jembatan yang menghambat distribusi bantuan. Ia menyebutkan bahwa Menteri Pekerjaan Umum akan segera memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak setelah titik-titik kebutuhan diidentifikasi.
Koordinasi antarlembaga dan tindak lanjut
Untuk mempercepat penanganan, Mendagri menyatakan akan berkoordinasi dengan Kepala BNPB dan kementerian terkait. Ia mencontohkan tindakan koordinatifnya di luar Ende saat meninjau wilayah Manggarai Timur, di mana ia menemukan beberapa kecamatan belum dialiri listrik dan langsung menghubungi Direktur Utama PLN agar menurunkan tim teknis.
Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk menyusun bahan evaluasi bersama tim pusat sehingga penentuan prioritas perbaikan dan distribusi bantuan dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Menurut Mendagri, penanganan bencana akan berlangsung bertahap: dari tanggap darurat, memasuki masa transisi, lalu berlanjut ke rehabilitasi dan rekonstruksi.
- Tanggap darurat: evakuasi, pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan medis dan dasar.
- Transisi: pemulihan sementara layanan dasar agar aktivitas masyarakat dapat berjalan kembali.
- Rehabilitasi dan rekonstruksi: perencanaan dan pelaksanaan perbaikan permanen infrastruktur dan hunian.
Gambaran tahapan tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang pascagempa. Namun, Mendagri menegaskan bahwa fokus awal tetap pada fungsi yang paling mendesak bagi masyarakat, seperti akses air minum, listrik, dan akses jalan.
| Aspek | Tindakan Prioritas |
|---|---|
| Keselamatan Korban | Evakuasi dan pengobatan segera |
| Layanan Dasar | Perbaikan listrik, komunikasi, air minum |
| Infrastruktur | Perbaikan jalan dan jembatan untuk membuka akses |
Warga Ende yang terdampak kini menunggu realisasi perbaikan dan distribusi bantuan yang lebih cepat. Kebutuhan informasi terkait titik-titik terdampak yang paling parah dan jalur distribusi bantuan menjadi hal krusial agar upaya pemulihan dapat berjalan efisien.
Kunjungan Mendagri ini diharapkan mempercepat penentuan prioritas dan alokasi sumber daya dari pemerintah pusat untuk mendukung upaya pemulihan di Ende. Seluruh langkah lanjutan akan bergantung pada hasil evaluasi tim terpadu di lapangan yang memetakan kerusakan dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Pelaporan lanjutan dan detail teknis terkait program rehabilitasi dan rekonstruksi akan diumumkan setelah tahap evaluasi dan koordinasi antarkementerian selesai dilakukan.