Banjarmasin — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengumumkan telah berhasil mengidentifikasi 20 jenazah yang dievakuasi dari kapal KM Virgo Transport. Proses identifikasi dilaksanakan di RS Bhayangkara Banjarmasin dan melibatkan pemeriksaan primer serta pencocokan data ante mortem dari keluarga korban.
Daftar korban teridentifikasi dan asal
Polda Kalsel merilis nama-nama korban yang sudah teridentifikasi. Beberapa di antaranya berasal dari luar provinsi, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berikut daftar lengkap yang disampaikan sumber kepolisian:
- Reyner Fausta Yosilianto — Malang, Jawa Timur, 22 tahun
- Nurul Rian Hidayat — Pamekasan, 33 tahun
- Deny Ridzal Saputra — Kediri, Jawa Timur, 29 tahun
- Imam Soeparno — Surabaya, Jawa Timur, 66 tahun
- Erick Maisul Latif — Garut, Jawa Barat, 37 tahun
- Risyan Kurnia Putra — Garut, Jawa Barat, 28 tahun
- Surya — Tapin, Kalimantan Selatan, 59 tahun
- Yuli — Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 29 tahun
- Muhammad Abdiannoor — Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 30 tahun
- Annas — Bangkalan, Jawa Timur, 48 tahun
- Bagus Mahendra — Klaten, Jawa Tengah, 20 tahun
- Aldo Nurrahmansyah — Surakarta (Solo), Jawa Tengah, 19 tahun
- Jumbrik — Lamongan, Jawa Timur, 25 tahun
- I Putu Angga Santyana — Mataram, 21 tahun
- Deny Dwi Saputra — Boyolali, Jawa Tengah, 32 tahun
- Abdul Fikri — Purbalingga, Jawa Tengah, 27 tahun
- Tuti — Banjarmasin (data usia tidak disebutkan secara lengkap dalam rilis)
- — (Nama lain dari daftar resmi yang disampaikan sumber)
Catatan: Sumber resmi menyatakan total 20 jenazah telah teridentifikasi. Beberapa entri nama dan rincian usia dicantumkan sesuai informasi yang tersedia dari rilis kepolisian.
Jumlah jenazah yang belum teridentifikasi dan langkah selanjutnya
Pihak kepolisian juga menyatakan masih terdapat 22 kantung jenazah yang belum teridentifikasi. Untuk jenazah-jenazah tersebut, tim DVI telah mengambil sampel DNA dan berencana mengirimkan bahan pemeriksaan ke Tim DVI Mabes Polri untuk pengujian lebih lanjut.
"22 jenazah yang belum teridentifikasi kami ambil sampel DNA semua, kami berusaha semaksimal mungkin. Mengidentifikasi dari primer, sekunder, dan ante mortem keluarga," ujar Brigjen dr. Sumy Hastry Purwanti di RS Bhayangkara Banjarmasin, Kamis malam.
Dr. Hastry menambahkan bahwa proses pencocokan DNA memerlukan data ante mortem dari keluarga, seperti sampel dari orang tua kandung atau anak, sehingga waktu identifikasi bergantung ketersediaan data tersebut. Estimasi waktu yang disebutkan mencapai sekitar seminggu, namun dapat berubah sesuai kondisi lapangan dan kecocokan data.
Dampak bagi keluarga dan himbauan aparat
Polda Kalsel dan tim medis menghimbau keluarga yang kehilangan anggota untuk segera menghubungi posko identifikasi yang dibuka di RS Bhayangkara Banjarmasin atau instansi kepolisian terdekat. Pengadaan data ante mortem dianggap krusial untuk percepatan identifikasi, sehingga pihak keluarga diminta menyiapkan informasi medis, dokumen identitas, dan sampel DNA keluarga inti bila tersedia.
Proses identifikasi jenazah dalam insiden kecelakaan besar sering melibatkan beberapa metode, termasuk pemeriksaan primer (tanda-tanda fisik), sekunder (barang bawaan, pakaian), serta pencocokan DNA. Dalam kasus KM Virgo, tim DVI Polda Kalsel bekerjasama dengan Mabes Polri untuk memproses jenazah yang belum teridentifikasi.
Perkembangan selanjutnya
Kepolisian belum merilis rincian resmi terkait penyebab peristiwa yang menimpa KM Virgo Transport dalam rilis yang berkaitan dengan identifikasi jenazah. Fokus saat ini tetap pada upaya memberikan kepastian identitas korban dan pemulangan jenazah kepada keluarga.
| Jumlah jenazah teridentifikasi | 20 |
|---|---|
| Jumlah jenazah belum teridentifikasi | 22 |
| Lokasi proses identifikasi | RS Bhayangkara Banjarmasin |
Redaksi akan terus mengikuti perkembangan proses identifikasi dan prosedur pemulangan jenazah, serta menjelaskan informasi teknis bagi keluarga yang hendak mengurus klaim atau permintaan data ante mortem. Keluarga korban dianjurkan untuk berkoordinasi langsung dengan posko resmi kepolisian agar proses pencocokan identitas berjalan cepat dan akurat.