Wapres tinjau kondisi sekolah terdampak kabut asap
Banjarbaru — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru pada Kamis, 10 September 2026, untuk mengecek kondisi siswa yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kunjungan ini difokuskan pada aspek kesehatan siswa serta kelangsungan proses pembelajaran di tengah bencana asap.
Kasus ISPA dan penanganan di sekolah
Kepala SRT 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, menyampaikan hasil pemantauan di lingkungan sekolah kepada rombongan wakil presiden. Menurut Rifki, terdapat empat siswa yang menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dari jumlah tersebut, satu siswa berstatus pelajar SMP dan tiga lainnya berstatus pelajar SMA. Semua kasus ditangani dengan pola rawat jalan.
"Sejauh ini ada beberapa siswa kami yang terdampak, jumlahnya empat anak yang memang kena ISPA, tapi dalam perawatannya hanya rawat jalan,"
Rifki menjelaskan salah satu siswa memiliki riwayat asma sehingga lebih sensitif terhadap perubahan kualitas udara. Sekolah memberi perhatian ekstra kepada siswa tersebut agar kondisi tidak memburuk saat tercemar asap.
| Kelompok | Jumlah Kasus ISPA |
|---|---|
| SMP | 1 |
| SMA | 3 |
| Total | 4 |
Upaya menjaga pembelajaran dan kesehatan siswa
Meskipun menghadapi kabut asap, manajemen SRT 9 menyatakan pembelajaran tetap berlangsung. Sekolah menerapkan beberapa strategi untuk memastikan kegiatan belajar tidak mengorbankan kesehatan murid. Rifki mengatakan pihak sekolah berusaha menyesuaikan aktivitas dengan situasi kesehatan dan menegaskan bahwa perlindungan terhadap siswa menjadi prioritas.
- Memantau kondisi kesehatan siswa secara berkala.
- Memberikan perawatan rawat jalan bagi siswa yang terindikasi ISPA.
- Memberlakukan langkah-langkah protektif bagi siswa dengan riwayat penyakit pernapasan, seperti asma.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Presiden memberikan penghargaan atas upaya sekolah mempertahankan kualitas pembelajaran di tengah kondisi darurat lingkungan dan mengingatkan agar perhatian pada kesehatan siswa terus ditingkatkan. Gibran juga mendorong pengembangan prestasi siswa kendati menghadapi kendala akibat kabut asap.
Dampak dan pesan kebijakan
Kunjungan Wapres ke SRT 9 Banjarbaru menyoroti dua aspek penting: dampak langsung kabut asap terhadap kesehatan anak sekolah dan kebutuhan untuk mempertahankan layanan pendidikan selama bencana lingkungan. Meskipun laporan di SRT 9 menunjukkan kasus ISPA yang ditangani secara rawat jalan, kejadian ini menegaskan perlunya kewaspadaan lebih luas di lingkungan sekolah dan koordinasi dengan pihak kesehatan setempat.
Pesan yang disampaikan pejabat pusat kepada pihak sekolah menekankan pentingnya:
- peningkatan kesiapsiagaan kesehatan di lingkungan pendidikan,
- respon cepat terhadap gejala gangguan pernapasan pada siswa, dan
- perlindungan khusus bagi siswa dengan kondisi kronis yang sensitif terhadap polusi udara.
Kepala sekolah SRT 9 menyatakan akan terus melanjutkan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kesehatan siswa tetap menjadi prioritas selama dan setelah kejadian kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap di wilayah Kalimantan Selatan.