Kesiapan rumah sakit menanggapi kabut asap
RSUD Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin menyiagakan fasilitas darurat khusus untuk menangani pasien dengan gangguan pernapasan akut (ISPA) yang meningkat akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Direktur rumah sakit, dr. Fajar Sukma Nan Agung, menyatakan langkah ini diambil seiring mulai terasa kembalinya kabut asap di wilayah kota.
Menurut dr. Fajar, penyiagaan difokuskan pada penguatan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruang perawatan yang pada prinsipnya melayani rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan awal sebaiknya tetap dilakukan di puskesmas, dan rumah sakit menerima pasien bila kondisi membutuhkan perawatan lebih lanjut atau jika terjadi keadaan gawat.
"Kita fokuskan pada layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruang perawatan yang menjadi bagian dari layanan rujukan,"
Praktik rujukan dan kondisi saat ini
RSUD Sultan Suriansyah merupakan fasilitas rujukan milik Pemerintah Kota Banjarmasin. Direktur menyatakan bahwa sebagian besar kasus ISPA masih dapat ditangani di puskesmas sehingga sampai saat liputan belum terjadi lonjakan signifikan pasien ISPA yang dirujuk ke rumah sakit tersebut. Namun, fasilitas tetap disiapkan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan pasien, khususnya bila terjadi perburukan kondisi pernapasan seperti status asthmaticus.
- Fokus layanan: UGD dan ruang perawatan rujukan.
- Rujukan primer: Puskesmas sebagai tempat pemeriksaan pertama.
- Penanganan darurat: Pasien dengan gangguan pernapasan berat dapat langsung datang ke RS.
Data kasus dan imbauan dinas kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mencatat bahwa jumlah kasus ISPA hingga Agustus 2026 mencapai 38.407 kasus. Kelompok usia dengan jumlah kasus tertinggi adalah orang dewasa, diikuti balita, lanjut usia, dan remaja. Kepala Dinas Kesehatan, Yanuar Diansyah, sebelumnya menyampaikan bahwa daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus akibat kabut asap.
| Periode | Kasus ISPA |
|---|---|
| Hingga Agustus 2026 | 38.407 |
Petugas keamanan rumah sakit pada beberapa kesempatan juga terlibat dalam pembagian masker kepada pengunjung sebagai langkah mitigasi paparan asap. Langkah pencegahan personal, seperti penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruangan saat kualitas udara menurun, dianjurkan oleh pihak berwenang.
Dampak pada layanan dan langkah berikutnya
Meskipun belum terjadi lonjakan rujukan yang signifikan ke RSUD Sultan Suriansyah, penyiagaan fasilitas menunjukkan upaya kesiapsiagaan sistem layanan kesehatan kota. Kesiapan UGD dan ruang perawatan rujukan bertujuan mengurangi keterlambatan penanganan bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan berat.
Pemerintah daerah, melalui dinas terkait, terus memantau kondisi kualitas udara dan jumlah kasus ISPA. Warga disarankan tetap memantau informasi resmi dari dinas kesehatan dan menggunakan fasilitas puskesmas sebagai tahap awal pemeriksaan. Jika mengalami sesak napas berat atau gejala yang memburuk, segera menuju UGD rumah sakit rujukan.