Banjarbaru — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan pada Kamis, dengan agenda meninjau tiga titik prioritas: Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, penanganan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Rumah Sakit Idaman, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rangkaian kunjungan dan persiapan
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Farhanie, menyatakan tim provinsi bersama Sekretariat Wakil Presiden telah melakukan persiapan di lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru yang berada di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarbaru. Rombongan diperkirakan tiba setelah singgah di Kalimantan Tengah.
"Rombongan Wakil Presiden diperkirakan tiba di Kalimantan Selatan setelah melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Kalimantan Tengah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kalsel dengan sejumlah titik kunjungan yang telah disiapkan pemerintah daerah bersama tim pusat,"
Farhanie mengatakan urutan kunjungan diawali ke sekolah, lalu ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru terkait kasus ISPA, dan dilanjutkan ke salah satu posko penanganan karhutla. Untuk posko karhutla, lokasi yang kemungkinan dikunjungi adalah kawasan Gunung Damar, namun masih dapat berubah sesuai keputusan tim pusat.
Fokus pemeriksaan di Sekolah Rakyat
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, menyebut pihak sekolah baru menerima informasi kunjungan pada Rabu pagi. Rencananya Wapres akan hadir sekitar pukul 15.00–16.00 Wita, sehingga persiapan harus dilakukan cepat dan menyesuaikan aktivitas siswa.
"Kunjungan Wakil Presiden ke SRT 9 Banjarbaru untuk melihat aktivitas siswa sebagaimana berlangsung sehari-hari, termasuk kemungkinan meninjau kegiatan di kelas, selasar, laboratorium, perpustakaan, teater terbuka, tempat makan, musala, hingga asrama,"
Karena waktu kunjungan pada sore hari, kegiatan ekstrakurikuler diperkirakan menjadi fokus pengamatan. SRT 9 memiliki 16 kegiatan ekstrakurikuler yang meliputi seni lukis, public speaking, dan aktivitas lain yang dapat ditampilkan kepada rombongan.
Isu ISPA dan penanganan di fasilitas kesehatan
Agenda kunjungan ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru menandai perhatian terhadap kasus ISPA yang naik selama periode tertentu, terutama terkait kualitas udara akibat kabakaran lahan. Kunjungan ini berpotensi melibatkan evaluasi pelayanan medis, kesiapan rumah sakit dalam merespons lonjakan pasien, serta koordinasi penanggulangan penyebab lingkungan.
Penanggulangan karhutla: dari lapangan ke pusat
Kunjungan ke posko karhutla menjadi bagian dari pemantauan langsung pemerintah pusat atas upaya penanggulangan kebakaran lahan yang berdampak pada kesehatan dan ekonomi lokal. Farhanie menyatakan Dinas Sosial Provinsi terus mendampingi tim Sekolah Rakyat agar rangkaian kunjungan berlangsung lancar.
Dampak dan pesan kebijakan
Kehadiran Wakil Presiden di tiga titik berbeda menandakan adanya upaya komunikasi beleid antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya soal perlindungan anak, layanan kesehatan darurat, dan pengelolaan bencana lingkungan. Kunjungan ini juga berfungsi sebagai verifikasi lapangan atas program serta koordinasi penanganan kejadian yang bersifat lintas sektor.
- Waktu kedatangan: diperkirakan pukul 15.00–16.00 Wita pada Kamis.
- Lokasi kunjungan: Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, posko karhutla (kemungkinan di Gunung Damar).
- Penanggung jawab persiapan di daerah: Dinas Sosial Provinsi Kalsel bersama tim pusat.
Tata kelola kunjungan dan kemungkinan perubahan
Pihak penyelenggara mengantisipasi perubahan lokasi dalam agenda posko karhutla sesuai kebutuhan tim pusat. Hal ini lazim pada kunjungan pejabat tinggi untuk menyesuaikan kondisi lapangan dan prioritas mendesak. Dinas Sosial menegaskan kesiapan untuk mendampingi dan menyesuaikan susunan acara agar kegiatan pemeriksaan di fasilitas pendidikan dan kesehatan tidak mengganggu proses layanan.
Kunjungan Wakil Presiden kali ini menjadi momen penting bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan langkah penanganan terpadu terhadap isu pendidikan, kesehatan akibat ISPA, dan kebakaran hutan dan lahan yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan di Kalimantan Selatan.