Manado — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 dengan menempatkan perayaan sebagai momen refleksi dan evaluasi atas capaian pembangunan daerah. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menekankan bahwa hasil pembangunan saat ini merupakan kesinambungan dari perjuangan generasi sebelumnya dan perlu dikembangkan agar tidak sekadar menjadi catatan sejarah.
Hasil capaian makro secara singkat
Dalam amanat yang disampaikan pada peringatan tersebut, gubernur mengemukakan beberapa indikator penting yang mencerminkan kondisi daerah pada tahun berjalan. Antara lain:
- Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara hingga akhir Semester I 2026 tercatat sebesar 5,42 persen.
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada angka 76,32.
- Tingkat kemiskinan pada Triwulan II 2026 tercatat 6,32 persen.
- Inflasi daerah berada pada angka 2,53 persen.
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Pertumbuhan Ekonomi (s/d Semester I 2026) | 5,42% |
| Indeks Pembangunan Manusia (IPM) | 76,32 |
| Tingkat Kemiskinan (Triwulan II 2026) | 6,32% |
| Inflasi Daerah | 2,53% |
Pesan gubernur: capaian bukan alasan berpuas diri
Gubernur menilai bahwa meskipun sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, hal tersebut bukan alasan untuk berhenti atau merasa puas. Menurutnya, evaluasi berkala perlu dilakukan untuk mengidentifikasi program dan kebijakan yang membutuhkan penyempurnaan agar sasaran pembangunan tercapai lebih efektif.
"Kini saatnya kita mengarahkan pandangan ke depan, menetapkan fokus pada target-target pembangunan yang lebih besar, serta menajamkan orientasi pada tujuan yang terukur di segala sektor pembangunan,"
Pernyataan tersebut menggambarkan upaya pemerintah provinsi untuk menggeser narasi dari sekadar perayaan seremonial menjadi agenda kerja yang berkelanjutan. Fokus yang disebutkan meliputi keberlanjutan program strategis, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan pertumbuhan ekonomi mandiri.
Dorongan untuk sinergi lintas-pemangku kepentingan
Dalam rangka mencapai target yang lebih ambisius, pemerintah provinsi mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah kabupaten/kota, sektor swasta, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan untuk menjaga optimisme dan meningkatkan dedikasi. Pendekatan kolaboratif dianggap penting untuk mempercepat realisasi program yang berpihak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Secara praktis, langkah-langkah yang dapat diprioritaskan antara lain peningkatan infrastruktur dasar yang mendukung konektivitas dan akses layanan, penguatan daya saing sektor ekonomi lokal, serta program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terukur melalui indikator IPM.
Makna sejarah dan kesinambungan pembangunan
Peringatan HUT ke-62 juga dimaknai sebagai penghormatan terhadap jasa para pendahulu yang dinilai memberi kontribusi besar terhadap perjalanan pembangunan Sulawesi Utara. Pemerintah provinsi menegaskan pentingnya menjaga warisan tersebut agar terus hidup dalam kebijakan dan praktik pembangunan saat ini.
Dengan memasukkan unsur penghargaan sejarah ke dalam perencanaan pembangunan, diharapkan kebijakan tidak hanya berorientasi jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan sosial dan budaya yang menjadi fondasi stabilitas daerah.
Ke depan: fokus pada hasil yang terukur
Gubernur dan jajaran pemprov mendorong agar setiap program ditempatkan pada kerangka hasil yang terukur, sehingga evaluasi dapat dilakukan secara objektif dan kebijakan dapat cepat disesuaikan jika tidak memberikan hasil yang diharapkan. Dengan sumber daya dan potensi yang dimiliki Sulawesi Utara, pemerintah berharap momentum HUT ke-62 menjadi titik tolak untuk percepatan lompatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Publik dan pelaku pembangunan di Sulawesi Utara kini menantikan langkah-langkah konkret yang akan diambil pemerintah provinsi untuk menerjemahkan arahan tersebut ke dalam kebijakan dan program kerja di tahun-tahun mendatang.