Kotamobagu — Kepolisian Daerah Sulawesi Utara mengambil alih penyidikan atas kecelakaan maut pada acara Kejurda Open Turnamen Tidar Drag Race 2026 di Kota Kotamobagu yang menewaskan delapan orang. Insiden tersebut menjadi viral di media sosial setelah terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026.
Proses hukum dilanjutkan di tingkat Polda
Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Roycke Harry Langie, memastikan bahwa penanganan perkara tidak berhenti pada penyelidikan awal. Menurut pernyataan yang disampaikan ketika membesuk korban, penanganan kasus akan ditarik ke tingkat Polda agar pemeriksaan dapat dilakukan secara terbuka dan akuntabel.
"Proses hukum tetap berjalan. Penegakan hukum akan kami laksanakan secara terbuka dan akuntabel,"
Roycke menjelaskan tim penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk menelusuri rangkaian kegiatan penyelenggaraan lomba dan kemungkinan adanya kelalaian dalam pelaksanaan acara. Sampai laporan awal ini disusun, pihak kepolisian telah memeriksa sekitar lima orang, termasuk pengemudi mobil peserta yang hilang kendali.
Potensi tersangka dan unsur kelalaian
Kapolda menegaskan pengemudi kendaraan yang kehilangan kendali berpeluang besar berstatus tersangka karena diduga terdapat unsur kealpaan atau kelalaian. Pernyataan itu menunjukkan fokus penyelidikan pada tindakan individu peserta serta aspek keselamatan penyelenggaraan acara.
Dalam menyoroti unsur kelalaian, penyidik kemungkinan akan mendalami beberapa aspek teknis dan organisasi, antara lain:
- Pengaturan jalur lintasan dan pembatasan area penonton;
- Standar keselamatan kendaraan peserta;
- Prosedur koordinasi antara penyelenggara dan aparat pengamanan;
- Adanya izin penyelenggaraan acara dan pemenuhan persyaratan keselamatan.
Dampak langsung terhadap korban dan keluarga
Laporan awal menyebutkan jumlah korban meninggal dunia mencapai delapan orang. Sampai saat ini belum ada rincian resmi mengenai identitas dan kondisi korban yang dipublikasikan pihak kepolisian. Keluarga korban umumnya masih menerima proses penanganan jenazah dan upaya administrasi terkait musibah tersebut.
Polda Sulut menyatakan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi. Langkah ini termasuk pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara, serta penelaahan mekanisme penyelenggaraan lomba.
Catatan penegakan hukum dan kepastian publik
Pernyataan Kapolda yang menarik penanganan ke tingkat Polda dimaksudkan untuk memberikan kepastian kepada publik bahwa proses hukum berjalan tanpa intervensi dan sesuai prosedur. Penyidikan pada tingkat Polda biasanya melibatkan koordinasi dengan berbagai satuan kerja untuk mengumpulkan bukti lebih komprehensif.
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Jumlah korban meninggal | 8 orang |
| Jumlah orang yang telah diperiksa | Sekitar 5 orang |
| Pihak yang diperiksa | Termasuk pengemudi mobil peserta |
Penanganan kasus akan menentukan apakah akan ada penetapan tersangka formal serta langkah hukum berikutnya. Kapolda menyebut pemeriksaan akan mendalami rangkaian pelaksanaan kegiatan untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab secara hukum.
Imbas terhadap kegiatan balap dan keselamatan publik
Kecelakaan ini menimbulkan sorotan terhadap penyelenggaraan balap jalanan atau acara drag race yang berlangsung di area terbuka. Selain aspek hukum, peristiwa itu mengangkat isu keselamatan penonton dan standar operasional penyelenggaraan lomba yang harus dipenuhi agar risiko terhadap jiwa dapat diminimalisir.
Hingga laporan ini dibuat pihak kepolisian belum mengeluarkan rincian lebih lanjut mengenai kronologi lengkap kejadian, identitas korban, atau status resmi tersangka. WE NEWS akan mengikuti perkembangan penyidikan dan menyajikan informasi tambahan setelah ada keterangan resmi dari penyidik Polda Sulut atau pihak terkait.