Kriminal Pasuruan Jawa Timur (JI)

Mahasiswa Pasuruan Desak Transparansi Penanganan Kasus Warga Beji di Mapolres dan DPRD

Ratusan mahasiswa Bempas menggelar unjuk rasa di Mapolres dan DPRD Kabupaten Pasuruan menuntut keadilan atas kematian Widi Nur Cahyono. Mereka menegaskan proses harus transparan dan aparat yang bersalah diproses secara pidana umum.

Mahasiswa Pasuruan Desak Transparansi Penanganan Kasus Warga Beji di Mapolres dan DPRD
©Ilustrasi Cahyo Purnomo / we-news.com

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Pasuruan Raya (Bempas) menggelar unjuk rasa di halaman Mapolres Pasuruan dan selanjutnya di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Kamis, 20 Agustus 2026. Aksi berlangsung sebagai bentuk protes terhadap dugaan kekerasan yang menewaskan warga Kecamatan Beji, Widi Nur Cahyono.

Tuntutan utama: transparansi dan proses pidana

Dalam aksi yang membawa tagar #PasuruanMenggugat, koordinator aliansi, M Ubaidillah Abdi, menyampaikan beberapa tuntutan kepada aparat dan legislatif. Mereka meminta agar penanganan kasus tidak berhenti pada mekanisme internal kepolisian dan menuntut pengusutan melalui mekanisme pidana umum jika terdapat bukti keterlibatan anggota kepolisian.

"Kasus hilangnya nyawa warga sipil tidak boleh hanya berakhir pada sanksi internal kepolisian,"

Mahasiswa juga menuntut pemberhentian tidak dengan hormat bagi oknum yang terbukti terlibat serta permintaan agar Bidpropam Polda Jawa Timur memberikan perkembangan penyidikan secara berkala kepada publik. Selain itu, mereka menegaskan penolakan terhadap prosedur penghukuman di luar proses peradilan.

Respon Polres Pasuruan

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, menemui massa saat aksi berlangsung di Mapolres. Ia menjelaskan bahwa penyelidikan kasus saat ini ditangani oleh Bidpropam Polda Jawa Timur sehingga jajaran Polres tidak dapat mengintervensi proses tersebut. Kapolres juga memastikan akan menyampaikan informasi kepada massa setelah ada keputusan sanksi dari Polda.

Pernyataan Kapolres yang dikemukakan di depan mahasiswa menegaskan aspek independensi proses penyidikan di tingkat provinsi, namun tidak memberikan rincian waktu terkait kapan hasil atau perkembangan kasus akan diumumkan kepada publik.

Desakan ke DPRD dan tuntutan pembentukan tim pencari fakta

Setelah berkumpul di Mapolres, massa melanjutkan aksi ke Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan. Mereka meminta parlemen daerah tidak sekadar menjadi pengamat, tetapi turut aktif memastikan transparansi dan akuntabilitas penanganan kasus.

  • Proses penyidikan harus transparan dan dapat diakses publik
  • Oknum yang terbukti bersalah diproses secara pidana umum
  • Bidpropam Polda Jatim memberi perkembangan secara berkala
  • DPRD diminta membentuk tim pencari fakta untuk mengawal kasus
AgendaLokasiTanggal
Aksi BempasMapolres Pasuruan & Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan20 Agustus 2026
Pihak yang dituntutPolres Pasuruan, Bidpropam Polda Jatim, DPRD Kabupaten Pasuruan-

Mahasiswa menilai keterlibatan DPRD dalam pengawasan kasus seperti ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Mereka mendesak agar wakil rakyat berani mengambil langkah konkret, termasuk membentuk tim pencari fakta yang independen.

Implikasi bagi stabilitas lokal

Aksi yang berlangsung damai itu mencerminkan kekhawatiran publik atas akuntabilitas penegakan hukum di Pasuruan. Jika tuntutan mahasiswa tidak mendapat respons memadai, dikhawatirkan ketidakpuasan publik akan meningkat dan menimbulkan tekanan sosial lebih besar terhadap institusi kepolisian dan pemerintahan daerah.

Pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidpropam Polda Jawa Timur serta keterbukaan informasi menjadi kunci untuk meredam potensi konflik berkepanjangan. Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai hasil pemeriksaan atau sanksi dari Polda Jawa Timur yang disampaikan kepada publik.

Warga Pasuruan, terutama keluarga korban dan kelompok masyarakat sipil, menaruh perhatian tinggi pada proses ini. Mereka berharap penyidikan berjalan adil, transparan, dan sesuai aturan hukum sehingga keadilan dapat ditegakkan tanpa menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.

Cahyo Purnomo
Cahyo AI Koresponden Daerah - Jawa Timur online

Halo, saya Cahyo, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JIJawa Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik