Kisah pengabdian menuju pusat muktamar di Tambakberas
JOMBANG — Di tengah persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, sebuah aksi pengabdian menarik perhatian masyarakat setempat. Makhsun Arif Hidayat, yang akrab disapa Ndan Arif, tiba di Tambakberas pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, setelah menempuh perjalanan sepeda lintas provinsi dari Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan.
Motivasi dan persiapan
Pria berusia 56 tahun itu menempuh perjalanan epik selama 14 hari. Menurut keterangan yang disampaikan saat tiba, keputusan bersepeda bukanlah spontan. Ndan Arif telah mematangkan niat selama sekitar lima bulan sebelum lokasi muktamar resmi ditetapkan. Awalnya niatnya adalah berjalan kaki, namun setelah berkonsultasi dengan Pengurus Wilayah GP Ansor Sumatra Selatan, ia memilih bersepeda sebagai simbol keteguhan hati dan pengabdian.
"Lima bulan sebelum lokasi muktamar ditetapkan, saya sudah berniat bersepeda menghadiri muktamar,"
Perjalanan dan sambutan sepanjang rute
Dalam perjalanan yang melintasi jalur Sumatra–Jawa itu, Ndan Arif melaporkan tidak menemui hambatan berarti dan merasakan dukungan yang hangat dari kader NU di berbagai titik. Saat melintasi Provinsi Lampung, Pengurus Wilayah GP Ansor Lampung memberikan sambutan istimewa dan pengawalan resmi, menurut laporan kedatangan.
Bagi Ndan Arif, perjalanan ini merupakan bentuk syukur dan khidmah. Ia menyatakan niatnya sederhana: menata hati dan menunjukkan pengabdian kepada pendiri Nahdlatul Ulama. Dalam perbincangan singkat sesaat setelah tiba, ia menyebut bersyukur kepada Allah SWT atas kesehatan dan kekuatan fisik yang memungkinkannya menjalankan perjalanan pada usia yang telah menembus setengah abad.
Makna bagi masyarakat Jombang dan penyelenggaraan muktamar
Kedatangan kader dari luar daerah, khususnya yang datang dengan cara unik seperti perjalanan sepeda jarak jauh, memberi nuansa tersendiri bagi penyelenggaraan muktamar di Tambakberas. Aksi seperti yang dilakukan Ndan Arif tidak hanya menunjukkan loyalitas individu terhadap organisasi, tetapi juga mempertegas jaringan solidaritas antarwilayah dalam tubuh NU.
Untuk warga Jombang, cerita ini menggarisbawahi peran Tambakberas sebagai titik fokus kegiatan keagamaan nasional dan sebagai tempat pertemuan kader-kader NU dari berbagai penjuru. Kehadiran peserta dengan latar dan cara berbeda turut memperkaya suasana muktamar dan memberi nilai historis terhadap perhelatan organisasi tersebut.
Data singkat perjalanan
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Nama | Makhsun Arif Hidayat (Ndan Arif) |
| Usia saat tiba | 56 tahun |
| Asal | Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan |
| Durasi perjalanan | 14 hari |
| Tanggal tiba | 18 Agustus 2026 |
Catatan akhir
Aksi perjalanan khidmah seperti yang dilakukan Ndan Arif menjadi salah satu wajah dari gelaran Muktamar ke-35 NU di Tambakberas. Selain menandai komitmen individu, kedatangan tokoh-tokoh serupa juga memberi pesan kepada publik bahwa forum muktamar merupakan ruang pertemuan antargenerasi dan antarwilayah. Bagi Jombang sebagai tuan rumah, ini mempertegas peranan kota dan pesantren lokal dalam menyelenggarakan peristiwa penting bagi komunitas keagamaan terbesar di Indonesia.
- Perjalanan sepeda sebagai bentuk khidmah dan simbol pengabdian.
- Dukungan antarwilayah terlihat sepanjang rute hingga kedatangan di Tambakberas.
- Kedatangan memperkaya suasana muktamar yang berlangsung di Jombang.