Penemuan dan tanggapan awal
Warga Dusun Renek, Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, digegerkan oleh penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga ditelantarkan di dalam laci rombong penjual pentol dan cilok, Senin, 17 Agustus 2026. Bayi itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga, Yani, yang merupakan warga RT 02/RW 01 Dusun Krajan.
Kepala Desa Tongas Kulon, Sholihin, membenarkan laporan penemuan tersebut. Menurut Sholihin, laporan diterima sekitar pukul 12.00 WIB dan bayi ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah ditemukan, bayi segera diperiksa oleh petugas medis setempat di Puskesmas Curahtulis, Kecamatan Tongas.
Kondisi kesehatan dan pemeriksaan
Bidan jaga di Puskesmas, Retno Windaningtiyas, Amd.Keb., menyatakan bayi dalam keadaan sehat. Dalam pemeriksaan awal, bayi menangis kuat dan menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang normal. Panjang badan dicatat sekitar 51 sentimeter, sementara catatan berat badan pada laporan awal membutuhkan konfirmasi lebih lanjut karena tercantum tidak wajar.
"Bayi ditemukan oleh Ibu Yani sekitar pukul 12.30 WIB,"
Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, bayi masih dirawat di Puskesmas Tongas. Pemeriksaan lanjutan dan perawatan medis dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan dan kebutuhan dasar bayi tercukupi.
Langkah kepolisian dan sosial
Kepolisian Sektor setempat dan Polres Probolinggo Kota telah menanggapi kejadian ini. Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, mengatakan petugas sudah mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Polisi menekankan bahwa pendekatan kemanusiaan tetap menjadi prioritas dalam penanganan kasus, tetapi penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan pelaku ditinggalkannya bayi tetap berjalan. Menurut pernyataan petugas, pihak yang mengaku sebagai orang tua atau keluarga bayi dipersilakan datang ke Mapolres Probolinggo Kota untuk memberikan keterangan secara baik-baik.
- Waktu laporan diterima: sekitar pukul 12.00 WIB.
- Waktu penemuan bayi: sekitar pukul 12.30 WIB.
- Lokasi penemuan: laci rombong penjual pentol dan cilok di Dusun Renek, Desa Tongas Kulon.
- Kondisi bayi: hidup, menangis kuat, panjang badan sekitar 51 cm; berat badan pada laporan awal butuh konfirmasi.
- Instansi terlibat: Puskesmas Curahtulis, Polres Probolinggo Kota, Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo.
Implikasi lokal dan tanggung jawab masyarakat
Peristiwa penelantaran bayi ini memunculkan beberapa persoalan mendesak bagi masyarakat dan pemangku kebijakan di Kabupaten Probolinggo. Pertama, perlunya peningkatan mekanisme perlindungan anak dan layanan bagi ibu melahirkan yang mungkin mengalami tekanan sosial atau ekonomi sehingga memilih meninggalkan bayi. Kedua, koordinasi antara aparat penegak hukum, dinas sosial, dan layanan kesehatan harus cepat dan sistematis untuk memastikan keselamatan anak serta menjaring informasi dari masyarakat sekitar.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat proaktif melapor bila mengetahui informasi yang dapat membantu penyelidikan. Dalam konteks penanganan awal, penemuan yang cepat oleh warga dan pemeriksaan segera di Puskesmas menunjukkan respons komunitas yang penting untuk menyelamatkan nyawa anak.
Data kejadian
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Tanggal penemuan | 17 Agustus 2026 |
| Waktu | Sekitar 12.30 WIB (lapor diterima 12.00 WIB) |
| Lokasi | Dusun Renek, Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo |
| Kondisi bayi | Hidup, panjang badan ~51 cm, sedang dirawat di Puskesmas Tongas |
Penyelidikan masih berlangsung dan aparat meminta masyarakat yang memiliki informasi untuk menghubungi Polres Probolinggo Kota. Sementara itu, pihak kesehatan dan sosial terus memantau kondisi bayi dan menyiapkan langkah perlindungan selanjutnya sesuai prosedur.
WE NEWS, Probolinggo — Laporan ini disusun berdasarkan keterangan resmi desa, tenaga medis, dan pernyataan humas Polres Probolinggo Kota.