Operasi dan penyegelan di kampus
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan pejabat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, serta sejumlah pejabat lain yang berkaitan dengan dugaan korupsi terkait penerimaan mahasiswa baru pada Fakultas Kedokteran.
Sekretaris resmi KPK menyatakan bahwa apart dari Rektor, pihak yang diamankan juga termasuk pejabat wakil rektor. Informasi yang dihimpun menyebutkan nama dua wakil rektor yang turut diamankan, yakni Kuat Puji Prayitno (Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan) dan Norman Arie Prayogo (Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan). OTT berlangsung di Purwokerto dan Jakarta.
"Warek II dan III,"
Situasi di rektorat Purwokerto
Pasca OTT, pihak KPK menyegel sejumlah ruang di lantai tiga gedung rektorat Unsoed yang merupakan lokasi kerja rektor dan para wakil rektor. Juru bicara Unsoed, Edi Santoso, mengatakan lantai tersebut telah dinyatakan steril dan tidak lagi dapat diakses oleh pegawai kampus.
"Ya di ruangan di lantai tiga ruang rektorat disegel semuanya. Ya ruangan lantai tiga itu Rektor dan Warek,"
Edi menambahkan bahwa ia belum melihat secara langsung bentuk penyegelan karena akses sudah terbatas. Pernyataan ini menguatkan bahwa upaya aparat penegak hukum menutup sementara area kerja pimpinan kampus untuk keperluan penyidikan.
Jumlah pihak yang diamankan dan lokasi penangkapan
Menurut keterangan resmi dan pemberitaan yang beredar, OTT yang dilakukan KPK menangkap sejumlah orang di dua wilayah. Berikut adalah rekap ringkas berdasarkan informasi yang dihimpun:
| Lokasi | Jumlah orang diamankan |
|---|---|
| Purwokerto | 12 |
| Jakarta | 2 |
| Total | 14 |
Dampak lokal dan prospek proses hukum
Kejadian ini berpotensi menimbulkan konsekuensi administrasi dan operasional di lingkungan Unsoed, terutama di Fakultas Kedokteran serta unit yang menjadi objek penyidikan. Penyegelan ruangan pimpinan menyebabkan terbatasnya akses bagi aktivitas birokrasi sehari-hari yang biasanya berlangsung di tingkat rektorat.
Sementara itu, masyarakat kampus dan keluarga mahasiswa menunggu informasi resmi lebih lanjut dari pihak kampus dan KPK mengenai status kasus serta langkah-langkah yang diperlukan agar proses pendidikan tetap berjalan. Hingga laporan ini ditulis, pernyataan resmi KPK menyebut adanya OTT dan sejumlah pihak yang diamankan, namun detail penyidikan lanjutan serta barang bukti belum diungkap secara rinci ke publik.
- OTT dilaksanakan di Purwokerto dan Jakarta.
- Ruang rektorat lantai tiga Unsoed disegel dan dinyatakan steril.
- Jumlah orang yang diamankan mencapai 14 orang, dengan 12 di Purwokerto dan 2 di Jakarta.
Perkembangan lebih lanjut—termasuk penetapan status tersangka, barang bukti, dan langkah hukum berikutnya—kembali menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Masyarakat di Purwokerto, khususnya sivitas akademika Unsoed, diharapkan mengikuti informasi yang dikeluarkan oleh otoritas terkait untuk menghindari spekulasi yang dapat mengganggu proses hukum dan stabilitas kampus.
Berita ini akan terus diperbarui seiring keterbukaan informasi dari KPK dan pihak terkait lainnya.