Pelatihan untuk keberlanjutan usaha gula kelapa
Tim pengabdian masyarakat Universitas Tidar melaksanakan pelatihan manajemen usaha bagi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Nira Lestari di Desa Trenten, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Kegiatan yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) tersebut digelar sebagai upaya memperkuat tata kelola usaha olahan nira kelapa yang selama ini diwariskan secara turun-temurun.
Pelatihan berlangsung pada 20 Juni 2026 dan menghadirkan materi yang terstruktur meliputi: dasar dan perencanaan manajemen usaha; manajemen produksi dan persediaan; manajemen keuangan dasar; serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Materi utama disampaikan oleh Dr. Siti Arifah, S.E., M.Si., dengan dukungan tim pelaksana.
Permasalahan pembukuan dan dampaknya
Menurut pemaparan dalam pelatihan, pencatatan keuangan di KWT Nira Lestari selama ini masih sederhana dan belum terstruktur. Banyak transaksi hanya diingat sehingga pemasukan dan pengeluaran usaha sulit dipisahkan dari keuangan rumah tangga. Kondisi tersebut menyulitkan kelompok untuk mengetahui secara akurat keuntungan usaha dan membuat perencanaan yang realistis.
"manajemen keuangan dasar"
Bagian pelatihan yang memancing diskusi paling intens adalah manajemen keuangan dasar. Pemateri menekankan pentingnya pencatatan setiap transaksi secara langsung, lengkap dengan tanggal, keterangan, dan jumlah, sehingga arus kas dapat dipantau dan dianalisis. Kebiasaan sederhana seperti ini, bila dilakukan konsisten, dinilai mampu mencegah pencampuran dana pribadi dan usaha serta memudahkan evaluasi keuntungan usaha olahan nira kelapa.
Fokus pada perencanaan dan HPP
Selain pembukuan, materi dasar manajemen dan perencanaan juga menjadi fokus. Tim pengabdian membahas cara menetapkan tujuan usaha, menyusun target yang realistis, serta mengorganisasi produksi dan persediaan agar lebih efisien. Perhitungan Harga Pokok Produksi menjadi bagian penting untuk membantu kelompok menentukan harga jual yang wajar dan berkelanjutan.
- Tujuan utama: meningkatkan kapasitas manajerial anggota KWT agar usaha bertahan secara berkelanjutan.
- Metode: pelatihan langsung di pendopo kelompok dengan sesi diskusi dan praktik pencatatan.
- Materi kunci: perencanaan usaha, manajemen produksi, pembukuan kas, dan perhitungan HPP.
Implikasi bagi kesejahteraan lokal
Pemberdayaan teknis seperti ini relevan bagi Desa Trenten yang memiliki tradisi produksi gula kelapa dari nira kelapa. Pembinaan manajemen tidak hanya mengajarkan prosedur administratif tetapi juga membantu anggota kelompok, sebagian besar perempuan, dalam mengelola usaha secara profesional sehingga hasil kerja keras mereka dapat bernilai ekonomi lebih tinggi dan berkelanjutan.
| Aspek | Masalah Sebelumnya | Perbaikan melalui Pelatihan |
|---|---|---|
| Pembukuan | Pencatatan informal, sering lupa | Pencatatan transaksi harian, tanggal, keterangan, jumlah |
| Perencanaan | Kurang target realistis | Penetapan tujuan usaha dan target |
| Penetapan Harga | Tidak menghitung HPP | Perhitungan HPP untuk menentukan harga jual |
Pelatihan semacam ini menjadi contoh kolaborasi antara akademisi dan komunitas lokal untuk meningkatkan kapasitas usaha berbasis kearifan lokal. Langkah-langkah lanjut yang diperlukan antara lain pendampingan berkelanjutan agar praktik pembukuan dan perencanaan yang diperkenalkan dapat menjadi kebiasaan, serta akses pasar yang membantu produk gula kelapa mendapat nilai tambah lebih tinggi.
Dengan pengelolaan yang lebih rapi dan perhitungan biaya yang jelas, KWT Nira Lestari memiliki peluang memperkuat daya saing produk gula kelapa di pasar lokal dan regional, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih nyata oleh keluarga anggota kelompok dan masyarakat Desa Trenten pada umumnya.