MANADO — Percepatan transisi energi di tingkat daerah menjadi fokus utama pada Renewable Energy Forum 2026 yang digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Senin, 10 Agustus 2026. Forum yang diselenggarakan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) bekerja sama dengan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. dan Dewan Energi Mahasiswa Sulawesi Utara tersebut mengumpulkan unsur pemerintah, industri, akademisi, serta 19 organisasi mahasiswa dan kepemudaan untuk membahas penguatan ekosistem energi terbarukan di provinsi.
Sulawesi Utara: potensi dan capaian
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menilai Sulawesi Utara memiliki posisi strategis dalam agenda transisi energi nasional. Menurut Ketua Umum METI sekaligus Direktur Proyek dan Operasi Pertamina NRE, Norman Ginting, provinsi ini telah menunjukkan hasil nyata dalam pemanfaatan energi baru dan terbarukan.
"Sulawesi Utara menunjukkan bahwa potensi energi terbarukan dapat menjadi kekuatan daerah sekaligus bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional,"
Forum menyoroti beberapa angka penting yang menjadi dasar optimisme tersebut, antara lain bauran energi baru dan terbarukan sebesar 32% di Sulawesi Utara dan kontribusi panas bumi terhadap pasokan listrik sekitar 24%. Selain panas bumi, provinsi ini tercatat memiliki potensi sumber energi terbarukan lainnya yang beragam.
Ragam potensi energi terbarukan
Dalam pertemuan, para pihak menegaskan ketersediaan beragam jenis sumber energi yang dapat dikembangkan di Sulawesi Utara, antara lain:
- Energi panas bumi
- Surya
- Angin
- Energi laut
- Bioenergi
- Hidro
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Bauran Energi Terbarukan | 32% (Sulawesi Utara) |
| Kontribusi Panas Bumi terhadap Listrik | 24% dari kebutuhan listrik provinsi |
| Stakeholder Terlibat | Pemerintah, industri, akademisi, organisasi mahasiswa dan kepemudaan |
Peran METI dan Pertamina NRE
Norman Ginting menekankan bahwa pengembangan energi terbarukan di daerah tidak cukup mengandalkan kapasitas teknis semata, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Dalam konteks ini, METI Wilayah disebut berfungsi sebagai instrumen untuk memperkuat ekosistem melalui beberapa peran penting yang disorot selama forum, antara lain:
- Advokasi dan sinkronisasi kebijakan di tingkat daerah
- Menjadi jembatan antara investor dan mitra lokal untuk realisasi proyek
- Meningkatkan keterlibatan komunitas dan generasi muda dalam program transisi energi
Pertamina NRE, sebagai bagian dari ekosistem tersebut, menempatkan penguatan kapasitas daerah sebagai bagian dari strategi memperluas pemanfaatan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Dampak lokal dan tantangan
Pengembangan energi terbarukan di Sulawesi Utara yang telah menunjukkan kemajuan, terutama dalam pemanfaatan panas bumi, berpotensi mendorong beberapa manfaat lokal, termasuk peningkatan kemandirian energi, peluang kerja baru, dan pengurangan emisi. Namun, transisi juga menghadapi tantangan seperti kebutuhan investasi, sinkronisasi kebijakan antarlevel pemerintahan, serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia lokal untuk menyokong realisasi proyek skala besar.
Forum di Manado menempatkan fokus pada aksi bersama untuk mengatasi hambatan tersebut dengan melibatkan aktor-aktor kunci: pemerintah provinsi, investor, pelaku industri energi, akademisi, serta organisasi pemuda yang dapat menjadi penggerak adopsi teknologi dan praktik ramah lingkungan di komunitas lokal.
Langkah ke depan
Hingga penutupan forum, para peserta sepakat untuk melanjutkan dialog dan memperkuat mekanisme kerja sama antar-pemangku kepentingan untuk mempercepat realisasi proyek energi terbarukan di Sulawesi Utara. Pendekatan yang ditekankan berupa penguatan kebijakan daerah, peningkatan kapasitas teknis, serta penyediaan akses bagi investor dan mitra lokal.
Dengan potensi yang terbuka dan capaian awal yang signifikan, Sulawesi Utara dipandang dapat menjadi contoh daerah yang efektif memadukan sumber daya lokal dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung transisi energi nasional.