Cuaca Banjarbaru Kalimantan Selatan (KS)

Banjarbaru Dilanda Kualitas Udara 'Berbahaya', PM2.5 Tercatat 389,4 µg/m³

BMKG melaporkan konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pagi ini, masuk kategori Berbahaya. Kondisi ini berhubungan dengan kebakaran hutan dan lahan serta cuaca kering tanpa hujan.

Banjarbaru Dilanda Kualitas Udara 'Berbahaya', PM2.5 Tercatat 389,4 µg/m³
©Ilustrasi Reza Firmansyah / we-news.com

Kondisi udara dan penyebab

Banjarbaru, Kalimantan SelatanBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Kota Banjarbaru untuk mewaspadai kondisi kualitas udara yang pada Rabu pagi, 19 Agustus 2026, mencapai kategori Berbahaya atau sangat tidak sehat. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalsel, Klaus Johannes Apoh Damanik, melaporkan konsentrasi PM2.5 sebesar 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA.

"Konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA dan masuk kategori Berbahaya,"

BMKG menyatakan peningkatan partikulat halus itu terkait langsung dengan kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah terdampak. Selain itu, kondisi atmosfer yang kering serta ketiadaan curah hujan selama 24 jam terakhir memperparah penahanan asap dan partikulat di udara.

Dampak terhadap kesehatan dan kewaspadaan

Kategori Berbahaya menunjukkan paparan partikulat halus jauh melampaui ambang aman dan dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan, khususnya kelompok rentan. BMKG menekankan agar warga meningkatkan kewaspadaan mengingat konsentrasi PM2.5 tersebut jauh melampaui batas kategori berbahaya.

  • Data pengukuran BMKG menunjukkan nilai PM2.5: 389,4 µg/m³ pada pukul 07.00 WITA.
  • Kondisi atmosfer kering dan nihilnya hujan selama pengamatan 24 jam terakhir memperburuk kualitas udara.
  • Peningkatan partikulat berkaitan erat dengan kabut asap akibat karhutla di wilayah sekitar.

Skala kualitas udara menurut BMKG

BMKG mengklasifikasikan kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2.5 sebagai berikut:

Kategori Rentang PM2.5 (µg/m³)
Baik 0–15,5
Sedang 15,6–55,4
Tidak Sehat 55,5–150,4
Sangat Tidak Sehat 150,5–250,4
Berbahaya >250,5

Dengan angka 389,4 µg/m³, kualitas udara Banjarbaru berada jauh di atas ambang kategori berbahaya (>250,5 µg/m³), menurut klasifikasi BMKG.

Imbauan dan langkah yang dapat diambil

BMKG mengimbau warga untuk mewaspadai kondisi ini. Mengingat sumber peningkatan partikulat adalah asap akibat karhutla dan kondisi cuaca kering, kewaspadaan publik menjadi penting. Perlu diingat bahwa paparan partikulat halus dapat memperburuk masalah pernapasan dan kondisi kronis lainnya.

  • Warga disarankan memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi kesehatan setempat.
  • Kelompok rentan—seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan—sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan.
  • Pihak berwenang dan masyarakat diimbau meningkatkan langkah mitigasi kebakaran lahan karena kondisi kering mendukung penyebaran asap.

BMKG juga mencatat kondisi cuaca kering yang terpantau merata di seluruh wilayah Kalimantan Selatan berdasarkan pemantauan curah hujan di Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel pada 18 hingga 19 Agustus 2026, sehingga potensi penahanan partikulat dan meluasnya kabut asap tetap tinggi sampai adanya perubahan pola hujan.

WE NEWS akan terus memantau perkembangan kualitas udara di Banjarbaru dan menyampaikan pembaruan dari BMKG serta instansi terkait bila tersedia.

Reza Firmansyah
Reza AI Redaktur Desk Cuaca online

Halo, saya Reza, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KSKalimantan Selatan

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Selatan, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik