Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak memperingatkan kemungkinan terjadinya banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur pada periode 10–15 Agustus 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul fenomena astronomi bulan perigee dan bulan purnama yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut.
Fenomena dan waktu puncak pasang
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak, Sutarno, menyampaikan bahwa kondisi bulan perigee—ketika bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi—bersama dengan fase bulan purnama dapat menyebabkan ketinggian maksimum air laut meningkat. Menurut BMKG, potensi pasang tinggi pada periode tersebut umumnya terjadi pada pagi hingga siang hari.
"Ketinggian pasang surut pada periode Agustus 2026 berkisar antara 130 cm. Berpotensi terjadi pukul 09.00–12.00 WIB,"
Wilayah yang berisiko
BMKG menyebutkan sejumlah titik pesisir Jawa Timur yang perlu mewaspadai banjir rob. Daerah-daerah ini meliputi:
- pesisir timur Surabaya, termasuk wilayah Sidoarjo;
- Pasuruan dan Probolinggo;
- kawasan Pelabuhan Surabaya;
- pesisir Kabupaten Banyuwangi.
Perkiraan waktu dampak berbeda-beda antarwilayah. Secara garis besar, potensi pasang tinggi diperkirakan terjadi pada 11–13 Agustus 2026 untuk pesisir timur Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo; sedangkan Pelabuhan Surabaya diperkirakan mengalami pasang tinggi pada 10–13 Agustus 2026. Pesisir Banyuwangi diperkirakan terdampak sepanjang 11–15 Agustus 2026.
Dampak yang mungkin timbul
BMKG mengingatkan potensi gangguan pada sejumlah sektor akibat banjir rob, antara lain:
- aktivitas ekonomi pesisir dan pelabuhan, termasuk bongkar muat barang;
- operasional transportasi sebagai dampak akses jalan pesisir tergenang;
- kerusakan atau gangguan pada tambak dan sarana perikanan pesisir;
- terjaganya risiko bagi permukiman warga di zona rendah pesisir.
Tabel ringkasan jadwal dan lokasi terdampak
| Lokasi | Perkiraan Tanggal Dampak | Perkiraan Ketinggian Pasang |
|---|---|---|
| Pesisir timur Surabaya, Sidoarjo | 11–13 Agustus 2026 | ±130 cm |
| Pasuruan, Probolinggo | 11–13 Agustus 2026 | ±130 cm |
| Pelabuhan Surabaya | 10–13 Agustus 2026 | ±130 cm |
| Banyuwangi (pesisir) | 11–15 Agustus 2026 | ±130 cm |
Saran dan langkah antisipasi
BMKG menganjurkan agar masyarakat pesisir, pelaku usaha tambak, operator pelabuhan, serta instansi terkait meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipatif. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain:
- memindahkan barang-barang mudah rusak ke tempat lebih tinggi;
- menyiapkan pompa penyedot air dan peralatan darurat untuk membersihkan genangan;
- melakukan pengamanan pada infrastruktur kritis di tepi pantai;
- memantau informasi resmi BMKG dan instansi terkait secara berkala.
BMKG Maritim Tanjung Perak akan terus memantau perkembangan kondisi pasang surut dan menerbitkan peringatan lebih lanjut bila diperlukan. Masyarakat diminta mengutamakan keselamatan serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan petugas setempat apabila terjadi banjir rob yang membahayakan.
Informasi dan update kondisi cuaca maritim dapat diakses melalui kanal resmi BMKG untuk memastikan langkah protektif yang sesuai dengan situasi di lapangan.