Peninjauan ke KB Cita Anak Bangsa
Wali Kota Banjarbaru yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD, Hj. Erna Lisa Halaby, melakukan kunjungan ke KB Cita Anak Bangsa di Kecamatan Cempaka pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan ini bagian dari pemantauan program Makanan Bergizi Gratis dan upaya pemerintah kota memfokuskan perhatian pada tumbuh kembang anak usia dini.
Dalam kunjungan tersebut, tim medis dan pendidik melakukan pengukuran berkala terhadap anak-anak peserta didik, meliputi tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. Pemantauan ini dimaksudkan untuk mendeteksi dini adanya gangguan perkembangan sehingga intervensi bisa diberikan lebih cepat.
Menjaga keseimbangan antara belajar dan bermain
Hj. Erna menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak seharusnya terfokus hanya pada pelajaran formal. Menurutnya, fase ini penting sebagai waktu bagi anak untuk berekspresi dan bermain dalam suasana yang menyenangkan, dengan tetap berada di bawah pengawasan pendidik.
“Ulun berharap guru tidak langsung memberikan pelajaran formal di tingkat TK. Ini adalah tahap bagi anak untuk bebas berekspresi. Buat mereka bahagia tetapi tetap pantau perkembangannya,”
Pernyataan tersebut menegaskan arahan agar kurikulum dan metode pembelajaran pada PAUD lebih berorientasi pada pengembangan sosial-emosi, motorik, dan kreativitas anak, selain pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan dasar.
Perhatian pada kesejahteraan guru dan fasilitas PAUD
Selain fokus pada anak, Bunda PAUD juga mengingatkan perlunya perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik PAUD. Ia menyebutkan guru sebagai garda terdepan dalam mendampingi masa awal pertumbuhan anak dan menyampaikan apresiasi atas kesabaran serta dedikasi mereka.
“Ulun sangat mengapresiasi guru-guru PAUD yang telah bersabar mendidik anak-anak kita selama ini,”
Dalam kunjungan itu, Hj. Erna meminta instansi terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap fasilitas PAUD yang mengalami kerusakan. Prioritas renovasi akan diberikan agar bangunan yang tidak layak dapat ditangani lebih cepat dan aman bagi anak-anak.
- Lokasi kunjungan: KB Cita Anak Bangsa, Kecamatan Cempaka.
- Program terkait: Makanan Bergizi Gratis untuk anak usia dini.
- Pemantauan kesehatan: pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala secara berkala.
Dampak bagi masyarakat dan langkah lanjutan
Pernyataan Bunda PAUD menyoroti beberapa konsekuensi langsung bagi masyarakat dan pengelola PAUD di Banjarbaru. Pertama, penekanan pada gizi berarti program makanan bergizi akan menjadi prioritas berkelanjutan sehingga keluarga dan lembaga diimbau mendukung pelaksanaannya. Kedua, arahan agar anak diberi ruang berekspresi menuntut penyesuaian metode pembelajaran oleh tenaga pendidik dan pengurus PAUD.
Ketiga, instruksi pendataan fasilitas rusak membuka peluang percepatan perbaikan infrastruktur PAUD, yang berdampak pada keamanan dan kenyamanan proses belajar anak. Namun, implementasi nyata memerlukan koordinasi lintas perangkat daerah dan alokasi anggaran yang jelas.
| Aspek | Tindakan yang Diminta |
|---|---|
| Gizi Anak | Pelaksanaan dan pemantauan program Makanan Bergizi Gratis |
| Pemantauan Perkembangan | Pengukuran tinggi, berat, dan lingkar kepala secara berkala |
| Fasilitas PAUD | Pendataan kerusakan dan prioritas renovasi gedung |
| Kesejahteraan Guru | Peningkatan perhatian dan kebijakan terkait kesejahteraan |
Hasil kunjungan diharapkan mendorong langkah-langkah teknis oleh Dinas terkait di Pemerintah Kota Banjarbaru, termasuk pendataan menyeluruh sarana prasarana PAUD, audit kebutuhan gizi, dan perumusan program pendukung bagi tenaga pendidik. Bagi orang tua, penekanan pada keseimbangan antara bermain dan belajar mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mendukung perkembangan holistik anak.
Foto dokumentasi kegiatan yang dirilis menunjukkan Bunda PAUD bersama guru mendampingi anak-anak saat makan bersama, sebagai bagian upaya mengenalkan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi sejak usia dini.