Visitasi Bappenas ke Puskesmas Desa Gedang
Pemerintah Kota Sungai Penuh mendapat perhatian dari pemerintah pusat setelah Tim Visitasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Desa Gedang. Kunjungan yang dipimpin Ketua Tim Koordinator Visitasi, Muhammad Zaki Firdaus, menyoroti capaian imunisasi dan penguatan layanan kesehatan ibu dan anak sebagai faktor penting dalam upaya pencegahan stunting.
Pengakuan atas inovasi layanan imunisasi
Dalam kunjungan tersebut, tim visitasi menilai sejumlah praktik yang dijalankan Pemerintah Kota Sungai Penuh dapat dijadikan rujukan nasional. Menurut laporan tim, capaian imunisasi di Sungai Penuh relatif tinggi bila dibandingkan daerah lain di Pulau Sumatera, sehingga potensi daerah ini menjadi contoh dalam penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (RPerpres PPPS).
“Berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam meningkatkan cakupan imunisasi patut diapresiasi. Capaian ini menjadi salah satu praktik baik yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan nasional terkait percepatan penurunan stunting,”
ujar Muhammad Zaki Firdaus saat kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 23 September 2026.
Komitmen dan tindak lanjut dari Pemkot
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gunardi, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat layanan kesehatan di seluruh fasilitas, khususnya layanan untuk ibu dan anak. Gunardi mengatakan evaluasi berkala menjadi dasar perbaikan program sehingga capaian imunisasi dapat dipertahankan dan dikembangkan.
- Lokasi visitasi: Puskesmas Desa Gedang
- Pimpinan kunjungan: Muhammad Zaki Firdaus (Ketua Tim Koordinator Visitasi, Kementerian PPN/Bappenas)
- Tanggal: 23 September 2026
Dampak bagi kebijakan dan pelayanan lokal
Pengakuan dari tingkat pusat berpeluang membuka ruang advokasi dan dukungan teknis maupun kebijakan bagi Pemkot Sungai Penuh. Jika praktik yang diidentifikasi sebagai best practice diadaptasi ke tingkat nasional, hal ini dapat berdampak pada peningkatan alokasi program dan standar layanan terkait pencegahan stunting.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Cakupan imunisasi | Dinilai relatif tinggi dibandingkan wilayah lain di Sumatera |
| Fokus kunjungan | Penguatan imunisasi dan layanan ibu-anak sebagai upaya pencegahan stunting |
| Hasil potensial | Praktik baik menjadi rujukan untuk RPerpres PPPS |
Meski demikian, Gunardi menekankan perlunya terus melakukan evaluasi terhadap tantangan pelaksanaan program di lapangan. Evaluasi ini menurutnya menjadi dasar untuk menyempurnakan layanan dan memastikan intervensi kesehatan mencapai sasaran, terutama kelompok balita dan ibu hamil.
Implikasi bagi masyarakat Sungai Penuh
Bagi warga Kota Sungai Penuh, pengakuan nasional ini sekaligus menjadi dorongan bagi pihak terkait untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Peningkatan cakupan imunisasi tidak hanya meningkatkan proteksi terhadap penyakit menular, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pencegahan stunting jangka panjang.
Dalam konteks kesehatan publik, keberlanjutan program, monitoring yang konsisten, serta keterlibatan lintas sektor akan menentukan keberhasilan upaya menurunkan angka stunting. Kunjungan Bappenas ke Sungai Penuh menempatkan kota ini pada posisi strategis untuk berbagi praktik baik dan menerima masukan kebijakan yang dapat memperkuat program di tingkat lokal.