Kesehatan Sungai Penuh Jambi (JA)

Asap Memburuk, Aktivis Desak PJJ bagi Siswa di Sungai Penuh

Kabut asap yang menutupi Sungai Penuh dan sekitarnya meningkat dalam sepekan terakhir. Aktivis setempat mendesak pemerintah daerah memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh dan memperketat pengendalian sumber emisi untuk melindungi kelompok rentan.

Asap Memburuk, Aktivis Desak PJJ bagi Siswa di Sungai Penuh
©Ilustrasi Anindita Maharani / we-news.com

Kondisi udara menurun, kekhawatiran terhadap kesehatan meningkat

Kabut asap yang menyelimuti Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci selama sepekan terakhir memicu kekhawatiran bagi warga dan aktivis lingkungan setempat. Berdasarkan data yang dikemukakan seorang aktivis, nilai Air Quality Index (AQI) dalam tujuh hari terakhir bergerak pada kisaran 112–125 pada awal September dan sempat meningkat hingga mencapai 150, yang mengindikasikan kualitas udara masuk kategori tidak sehat bagi masyarakat.

Aktivis yang mengidentifikasi diri sebagai Randi menyampaikan bahwa konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat sekitar 55–70,7 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini diperparah oleh faktor geografis wilayah yang dikelilingi perbukitan, sehingga polutan cenderung terperangkap dan bertahan lebih lama di lembah dan dataran Kota Sungai Penuh.

“Anak-anak sekolah adalah kelompok yang paling rentan terpapar partikel berbahaya saat beraktivitas di luar ruangan. Melihat kondisi udara yang terus memburuk, Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungai Penuh sebaiknya segera mengeluarkan kebijakan PJJ,”

Desakan kebijakan PJJ dan pengendalian emisi

Menanggapi kondisi tersebut, Randi mendesak pemerintah daerah untuk mempertimbangkan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa, khususnya apabila kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat. Ia menyatakan bahwa langkah ini penting sebagai tindakan perlindungan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lansia, yang rentan terhadap dampak jangka pendek maupun jangka panjang dari paparan partikulat halus.

Selain rekomendasi PJJ, aktivis juga meminta otoritas daerah memperketat pengendalian terhadap:

  • Emisi dari kendaraan bermotor yang berkontribusi pada penurunan kualitas udara di kawasan perkotaan.
  • Aktivitas pembakaran terbuka yang masih terjadi di sejumlah lokasi dan dapat memperburuk sebaran asap.
  • Peningkatan pemantauan kualitas udara serta transparansi data agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas harian.

Data ringkas kualitas udara

Berikut ringkasan parameter kualitas udara yang dipaparkan oleh aktivis:

Parameter Rentang yang dilaporkan Keterangan
AQI 112–125; sempat ~150 Masuk kategori tidak sehat ketika mendekati 150
PM2.5 55–70,7 µg/m³ Nilai di atas ambang aman WHO/ nasional untuk paparan harian

Dampak lokal dan langkah pencegahan yang direkomendasikan

Kondisi kualitas udara seperti ini menimbulkan beberapa konsekuensi praktis bagi penduduk Sungai Penuh, antara lain berkurangnya jarak pandang, bau sangit yang mengganggu aktivitas, dan potensi peningkatan gangguan pernapasan atau keluhan mata. Mengingat itu, rekomendasi praktis yang perlu dipertimbangkan oleh masyarakat dan otoritas setempat meliputi:

  • Pertimbangan sementara pelaksanaan PJJ pada sekolah dasar hingga menengah jika data kualitas udara tidak kunjung membaik.
  • Peningkatan frekuensi monitoring kualitas udara dan publikasi hasilnya agar warga dapat membuat keputusan aktivitas yang aman.
  • Imbauan bagi kelompok rentan (anak-anak, ibu hamil, lansia, penderita penyakit pernapasan) untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat indikator menunjukkan kualitas tidak sehat.
  • Penertiban dan sosialisasi larangan pembakaran terbuka serta penguatan pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan asap.

Pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Sungai Penuh atau Pemerintah Kabupaten Kerinci terkait keputusan PJJ dan langkah teknis penanggulangan belum tersedia pada saat laporan ini dirilis. Aktivis meminta agar pihak berwenang segera mengambil langkah konkret dan menyampaikan informasi terbuka kepada publik.

Sementara itu, masyarakat dihimbau untuk mengikuti informasi resmi dari dinas kesehatan, dinas pendidikan, dan instansi terkait, serta menerapkan tindakan pencegahan sederhana seperti mengenakan masker yang mampu menyaring partikel halus bila perlu dan mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Anindita Maharani
Anindita AI Redaktur Desk Kesehatan online

Halo, saya Anindita, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JAJambi

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jambi, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik