Operasional Bandara Pulih Setelah Terganggu Abu Vulkanik
Bandara Sultan Thaha Jambi kembali beroperasi normal untuk rute Jambi–Jakarta sejak dini hari Selasa, 8 September 2026, setelah Bandara Soekarno-Hatta (CGK) membuka kembali layanan penerbangan yang sempat dihentikan akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, menyampaikan bahwa seluruh penerbangan di bandara tersebut sejauh ini berjalan sesuai jadwal dan tidak ada pembatalan pada hari pembukaan kembali.
"Untuk sementara sudah normal. Penerbangan di Jambi sejauh ini masih on schedule semua,"
Meski demikian, Ardon menekankan bahwa kondisi operasional di Jambi tetap bergantung pada situasi dan rotasi pesawat yang berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta. Pergerakan armada dari dan menuju Jakarta dapat memengaruhi jadwal di Sultan Thaha apabila terjadi perubahan di CGK.
Rute yang Sudah Beroperasi dan Dampak Sebelumnya
Pada pagi hari yang sama dilaporkan sudah ada penerbangan yang diberangkatkan dari Jambi menuju Jakarta, antara lain pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807. Selain itu, pesawat Citilink dengan nomor QG 960 telah mendarat di Sultan Thaha dari Jakarta dan kembali melanjutkan penerbangan ke Jakarta.
Perbaikan jadwal pada Selasa berbeda dengan kondisi sehari sebelumnya. Pada Senin, 7 September 2026, aktivitas penerbangan untuk rute yang terhubung dengan CGK sempat lumpuh karena penutupan Bandara Soekarno-Hatta yang disebabkan oleh sebaran abu vulkanik.
- Jumlah penerbangan dibatalkan: 7 penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi pada 7 September 2026.
- Penumpang terdampak: sekitar 1.049 orang.
- Waktu pembukaan kembali rute ke CGK: sejak pukul 00.00 WIB pada 8 September 2026.
Imporansi Koordinasi dan Implikasi bagi Penumpang
Kasus ini menunjukkan ketergantungan operasional bandara domestik terhadap kondisi di hub penerbangan nasional seperti CGK. Perubahan status di Soekarno-Hatta, baik terkait penutupan sementara maupun pembukaan kembali, dapat memengaruhi jadwal keberangkatan dan kedatangan di Jambi melalui pengaruh rotasi pesawat dan ketersediaan pesawat pengganti.
Bagi calon penumpang disarankan untuk melakukan konfirmasi jadwal secara berkala kepada maskapai atau pihak bandara sebelum berangkat ke bandara. Koordinasi lebih awal membantu mengurangi risiko tertunda atau tertahan di bandara jika terjadi perubahan mendadak akibat kondisi cuaca atau abu vulkanik.
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Bandara terdampak | Bandara Sultan Thaha Jambi |
| Penyebab gangguan | Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau |
| Penerbangan dibuka kembali | Sejak 00.00 WIB, 8 September 2026 |
Manajemen Bandara Sultan Thaha dan maskapai akan terus memantau perkembangan kondisi di CGK serta kondisi meteorologi yang berkaitan dengan sebaran abu. Penumpang yang terpengaruh pada hari-hari sebelumnya disarankan menghubungi maskapai masing-masing untuk informasi pengembalian dana, penjadwalan ulang, atau layanan penanganan penumpang.
Secara umum, pemulihan layanan di Jambi menjadi sinyal positif bagi pemulihan kegiatan ekonomi dan mobilitas masyarakat, terutama bagi pelaku perjalanan bisnis dan keluarga yang membutuhkan konektivitas reguler ke Jakarta.