Kota Jambi — Siloam Hospitals Jambi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar aksi donor darah pada Kamis, 10 September, yang berhasil mengumpulkan sebanyak 61 kantong darah. Kegiatan sosial ini terbuka bagi masyarakat umum dan dilaksanakan tanpa biaya.
Tujuan dan harapan penyelenggara
Direktur Utama Siloam Hospitals Jambi, Dini Paramita Defrin, menyatakan kegiatan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan. Menurut Dini, inisiatif semacam ini diharapkan dapat memudahkan akses darah ketika pasien memerlukan transfusi.
"Kami bersama PMI melakukan kegiatan donor darah dengan tujuan menyiapkan stok darah, sehingga pasien saat membutuhkan darah tidak lagi kesulitan mendapatkan akses,"
Dini juga berharap program donor dapat mendorong partisipasi keluarga pasien, staf rumah sakit, dan warga di lingkungan sekitar agar lebih peduli terhadap kebutuhan darah di daerahnya.
Pelaksanaan dan target
Kegiatan donor ini diselenggarakan sebagai bagian dari bakti sosial dan dijadwalkan rutin dua kali setahun oleh pihak rumah sakit. Biasanya event digelar bertepatan dengan peringatan ulang tahun rumah sakit dan Hari PMI. Panitia kegiatan yang diketuai Frima Rahendza semula menargetkan pengumpulan 100 kantong darah dalam rangka memperingati ulang tahun PMI.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Jumlah kantong terkumpul | 61 |
| Target panitia | 100 |
| Frekuensi kegiatan | 2 kali setahun |
| Tanggal pelaksanaan | 10 September |
Antusiasme dan tantangan skrining
Penyelenggara mencatat adanya antusiasme tinggi dari masyarakat dan tenaga medis. Namun, tidak semua peserta dinyatakan lolos pada tahap skrining kesehatan. Meski begitu, jumlah pendaftar menjadi indikator kepedulian warga terhadap kebutuhan darah.
- Donor terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya.
- Skrining kesehatan dilakukan untuk memastikan keamanan pendonor dan penerima.
- Darah yang terkumpul diserahkan kepada PMI untuk didistribusikan kepada pasien yang memerlukan transfusi.
Dini menjelaskan bahwa pengumpulan darah juga membantu tugas PMI dalam memenuhi kebutuhan transfusi bagi pasien di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di Kota Jambi. Selain itu, pelaksanaan donor sebelum bulan Ramadan mendapat perhatian khusus karena bulan puasa dapat memengaruhi ketersediaan dan permintaan darah.
Dampak bagi layanan kesehatan lokal
Stok darah yang memadai berperan penting dalam pelayanan emergensi, tindakan bedah, dan penanganan pasien dengan kebutuhan khusus transfusi. Dengan kegiatan rutin ini, Siloam Hospitals Jambi ingin turut menekan risiko kekurangan stok darah yang dapat menghambat perawatan pasien.
Frima Rahendza, selaku ketua panitia, berharap momentum kegiatan dapat menjadi pemantik agar lebih banyak warga terlibat di kegiatan serupa pada masa mendatang. Walau target 100 kantong belum tercapai, jumlah 61 kantong merupakan kontribusi nyata untuk menolong pasien yang sedang memerlukan darah.
Penyelenggara berkomitmen melanjutkan program ini secara berkala dan berkoordinasi dengan PMI untuk memastikan darah yang terkumpul dapat dikelola sesuai standar teknis dan etika transfusi.
Informasi terkait jadwal donor darah selanjutnya dapat diperoleh melalui pengumuman resmi Siloam Hospitals Jambi dan kantor PMI setempat.