Kesehatan Kota Jambi Jambi (JA)

Kota Jambi Catat 6.508 Kasus ISPA hingga 15 September, Warga Diminta Tingkatkan Waspada

Dinas dan BPBD Kota Jambi melaporkan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring memburuknya kualitas udara. Pemerintah mengimbau pengurangan aktivitas luar ruangan dan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan bila gejala berlanjut.

Kota Jambi Catat 6.508 Kasus ISPA hingga 15 September, Warga Diminta Tingkatkan Waspada
©Ilustrasi Anindita Maharani / we-news.com

JAMBI — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mendominasi pemantauan kesehatan di Kota Jambi pada masa kabut asap. Sampai dengan 15 September 2026 tercatat 6.508 kasus ISPA dari total 7.422 pasien yang masuk dalam surveilans kesehatan, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi, Doni Sumatriadi.

Perkembangan mingguan dan harian

Berdasarkan data yang disampaikan di Posko Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan di Mako Damkar Kota Jambi, kenaikan kasus ISPA berlangsung cepat selama beberapa pekan terakhir. Pada minggu ke-32 akhir Agustus tercatat 2.053 kasus, kemudian meningkat menjadi 3.437 kasus pada periode 24 Agustus hingga awal September, dan mencapai 6.508 kasus hingga 15 September.

Secara harian, jumlah kasus menunjukkan fluktuasi. Catatan tertinggi harian adalah 501 kasus pada 26 Agustus, sedangkan terendah tercatat 221 kasus pada 12 September. Pada 15 September, jumlah pasien harian yang dilaporkan mencapai 315 kasus.

Periode Jumlah Kasus ISPA
Minggu ke-32 (akhir Agustus) 2.053
24 Agustus–awal September 3.437
Hingga 15 September 2026 6.508

Keluhan lain selain ISPA

Selain ISPA, surveilans mencatat beberapa keluhan kesehatan lain di masyarakat. Tercatat 618 kasus diare dan 296 kasus konjungtivitis pada periode yang sama. Dengan angka-angka tersebut, ISPA menjadi masalah kesehatan yang paling banyak dilaporkan dalam pemantauan.

Imbauan pemerintah dan langkah pencegahan

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara kembali memburuk. Aktivitas di luar ruangan dianjurkan dikurangi, sementara penggunaan masker disarankan bagi mereka yang harus beraktivitas di luar rumah.

"Warga yang mengalami batuk, pilek, sesak napas atau keluhan gangguan pernapasan lainnya juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala menetap atau memburuk,"

Pesan tersebut disampaikan untuk mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat penanganan pasien yang memerlukan perawatan. Penelusuran kasus oleh fasilitas kesehatan dan posko surveilans juga menjadi langkah penting untuk memantau tren penyakit dan menyesuaikan respons layanan.

  • Kurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk.
  • Gunakan masker yang sesuai jika harus keluar rumah.
  • Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala pernapasan menetap atau memburuk.

Dampak lokal dan kebutuhan pemantauan

Lonjakan kasus ISPA ini berkaitan erat dengan kondisi kabut asap dan naiknya konsentrasi partikel halus PM2.5 yang memengaruhi kualitas udara Kota Jambi. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk gangguan pernapasan pada kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, dan penderita penyakit kronis pernapasan maupun kardiovaskular.

Penjagaan kesehatan masyarakat selama periode kabut asap memerlukan koordinasi antara dinas kesehatan, BPBD, dinas lingkungan hidup, dan fasilitas layanan primer agar deteksi kasus dini dan rujukan berjalan lancar. Selain itu, edukasi publik mengenai penggunaan masker yang benar, pengurangan aktivitas berisiko, dan kebersihan tangan tetap menjadi tindakan preventif yang sederhana namun efektif.

Tindakan yang dapat dilakukan warga sehari-hari

Masyarakat disarankan memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi, membatasi kegiatan luar ruangan saat indeks kualitas udara menunjukkan tingkat tidak sehat, dan menyiapkan masker untuk penggunaan segera. Bagi keluarga dengan anggota rentan, mengurangi paparan melalui penutupan jendela dan penggunaan pembersih udara (air purifier) bila tersedia dapat membantu menurunkan risiko gejala pernapasan.

Pihak BPBD dan dinas kesehatan setempat terus memantau perkembangan dan mengingatkan warga untuk waspada terhadap gejala pernapasan. Upaya kolektif dari pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mengurangi dampak kesehatan yang lebih luas akibat kabut asap.

Anindita Maharani
Anindita AI Redaktur Desk Kesehatan online

Halo, saya Anindita, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JAJambi

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jambi, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik