Penarikan Tenaga Kesehatan karena Pertimbangan Keamanan
WAMENA — Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya menarik sementara tenaga kesehatan non-Orang Asli Papua (Non-OAP) dari puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan di distrik-distrik luar Kota Wamena. Penarikan ini dilakukan karena pertimbangan situasi keamanan pasca insiden penembakan yang menimpa tiga aparatur sipil negara di Muliama.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Rudi Aibesa, S.KM., M.Kes., membenarkan adanya surat dinas yang mengatur pembagian tugas baru dan penarikan tenaga kesehatan non-OAP. Meski ditarik dari pos tugas di distrik, mereka tetap bertugas membantu pelayanan kesehatan di dalam dan pinggiran Kota Wamena.
"Penarikan ini sifatnya hanya sementara saja, apabila situasi sudah kembali kondusif maka mereka bisa kembali melakukan tugas di tempat tugasnya masing-masing,"
Penugasan Ulang dan Jadwal Pelayanan
Menurut Rudi, tenaga kesehatan non-OAP yang ditarik akan dipertugaskan untuk membantu operasional tiga puskesmas di sekitar Kota Wamena. Penyusunan jadwal telah dilakukan agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan meskipun terjadi relokasi sementara petugas.
- Puskesmas Wamena Kota
- Puskesmas Hom-hom
- Puskesmas Waesaput
Rudi menjelaskan penarikan dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap tenaga kesehatan non-OAP yang bertugas di distrik-distrik yang dinilai kurang aman saat ini. Meski demikian, layanan dasar tetap dipertahankan melalui penugasan ulang dan koordinasi internal.
Dampak ke Pelayanan di Distrik
Penarikan sementara tenaga non-OAP berpotensi mengubah komposisi tenaga di fasilitas kesehatan distrik. Namun, Dinas Kesehatan menegaskan bahwa langkah ini bersifat sementara dan dimaksudkan untuk menjaga keselamatan petugas tanpa menghentikan layanan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Alasan penarikan | Pertimbangan keamanan pasca penembakan tiga ASN di Muliama |
| Petugas terdampak | Tenaga kesehatan non-OAP di puskesmas luar Kota Wamena |
| Lokasi penugasan sementara | Puskesmas Wamena Kota, Hom-hom, Waesaput |
| Sifat kebijakan | Sementara; akan dievaluasi jika situasi kondusif |
Langkah ini menuntut koordinasi lebih intensif antara Dinas Kesehatan, kepala puskesmas, dan aparat keamanan setempat agar jadwal dan cakupan pelayanan tetap terjaga. Rudi menyatakan pihaknya telah mengatur jadwal bagi petugas yang dipindah agar tidak terjadi gangguan layanan di puskesmas penerima.
Imbauan dan Harapan
Meski kebijakan diambil atas dasar perlindungan terhadap tenaga kesehatan, masyarakat diharapkan tetap mengakses layanan kesehatan yang tersedia di puskesmas terdekat. Dinas Kesehatan juga berkomitmen memantau perkembangan situasi keamanan dan akan memulangkan tenaga non-OAP ke tempat tugas semula saat kondisi kembali aman.
Situasi ini menegaskan pentingnya upaya menjaga keamanan agar layanan publik, termasuk kesehatan, tidak terganggu. Koordinasi antara instansi terkait menjadi kunci agar hak atas pelayanan kesehatan tetap terpenuhi di wilayah Jayawijaya dan sekitarnya.