JAYAPURA — Kepolisian mengumumkan identifikasi dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di kawasan Muliama, Papua Pegunungan. Insiden berlangsung pada 9 September 2026 dan menewaskan satu ASN.
Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC), Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan dua orang berinisial PN dan KT telah teridentifikasi berdasarkan kecocokan ciri fisik dalam rekaman video call yang beredar di media sosial. Kedua nama tersebut kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Kedua anggota KKB itu terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),”
Kaitan dengan kasus kekerasan lain
Yusuf menyampaikan bahwa identifikasi dilakukan dengan membandingkan ciri-ciri fisik yang terlihat pada cuplikan video call. Selain diduga sebagai pelaku penembakan di Muliama, PN dan KT disebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah peristiwa kekerasan di wilayah Papua Pegunungan.
Menurut keterangan resmi, kedua orang tersebut diduga tergabung dalam kelompok KKB Kodap III Ndugama yang dipimpin oleh Egianus Kogoya. Selain peristiwa di Jayawijaya, keduanya juga terkait dengan beberapa kejadian lain yang mencuat dalam penyelidikan.
- Insiden penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) pada 8 Agustus 2026 yang menyebabkan dua warga sipil terluka.
- Penyanderaan pilot maskapai Susi Air, Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023; pilot asal Selandia Baru itu disebut dibebaskan pada 21 September 2024.
Data kejadian yang disebutkan penyidik
| Peristiwa | Tanggal | Dampak |
|---|---|---|
| Penembakan ASN Dinas Pertanian, Muliama | 9 September 2026 | Tiga ASN ditembak; satu meninggal |
| Penembakan saat FBLB | 8 Agustus 2026 | Dua warga sipil terluka |
| Penyanderaan pilot Susi Air (Philip Mark Mehrtens) | 7 Februari 2023 (penyanderaan); dibebaskan 21 September 2024 | Penyanderaan internasional, pembebasan korban |
Proses penegakan hukum dan imbauan
Pihak kepolisian menyatakan kedua tersangka telah masuk dalam daftar pencarian dan akan menjadi fokus operasi penangkapan. Kombes Yusuf tidak merinci lokasi keberadaan PN dan KT maupun langkah taktis yang akan ditempuh, tetapi menegaskan bahwa identifikasi tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan bersenjata di Papua Pegunungan.
Sebagai bagian dari proses kepolisian, otoritas menekankan pentingnya verifikasi bukti dan kehati‑hatian agar asas praduga tak bersalah tetap dihormati sepanjang proses penyidikan dan peradilan berlangsung. Pernyataan resmi yang dirilis satuan tugas mengindikasikan fakta keterlibatan yang masih dalam status dugaan hingga ada putusan pengadilan.
Dampak lokal dan keprihatinan masyarakat
Peristiwa penembakan terhadap ASN di Muliama menimbulkan kekhawatiran di kalangan pegawai negeri dan warga setempat terkait keselamatan di wilayah yang selama ini menghadapi sejumlah insiden kekerasan. Penembakan ini juga berpotensi mengganggu pelayanan publik, khususnya kegiatan administrasi pertanian yang menjadi tanggung jawab dinas terkait.
Organisasi masyarakat dan pihak keluarga korban biasanya menunggu perkembangan penyidikan guna memastikan akuntabilitas pelaku dan pemulihan hak korban. Hingga saat ini belum ada informasi rinci mengenai langkah bantuan atau kompensasi untuk keluarga korban yang meninggal maupun korban luka.
Langkah selanjutnya
Polisi diperkirakan akan melanjutkan penyelidikan, pengumpulan bukti, dan operasi pencarian terhadap PN dan KT. Publik diimbau untuk tidak menyebarkan konten yang dapat mengganggu proses hukum, seperti materi yang belum terverifikasi, serta memberikan dukungan melalui saluran resmi jika memiliki informasi terkait keberadaan para tersangka.
WE NEWS akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi resmi dari kepolisian maupun pihak terkait seiring berjalannya proses penegakan hukum.