Wamena — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Pegunungan mendorong pengembangan konsep sport industry dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga di provinsi tersebut agar berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Olahraga bukan sekadar prestasi
Ketua HIPMI Papua Pegunungan, Anton Wetipo, menyampaikan dalam keterangan tertulis di Wamena, bahwa selama ini kegiatan olahraga sering hanya dipandang dari sisi prestasi atlet. Menurut Anton, persepsi itu perlu dilengkapi dengan strategi yang menjadikan setiap agenda olahraga sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Kami berharap ke depan KONI dapat mengembangkan sport industry sehingga setiap kegiatan olahraga yang dilaksanakan juga memberikan manfaat bagi UMKM dan pengusaha lokal,"
Anton menambahkan bahwa sport industry dapat diwujudkan dengan melibatkan pelaku UMKM Papua Pegunungan secara aktif dalam berbagai kegiatan olahraga, baik di tingkat daerah maupun ketika kontingen daerah bertanding di ajang nasional.
Ruang promosi dan sinergi dengan pemerintah daerah
Salah satu alasan optimisme HIPMI adalah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI provinsi. Anton melihat posisi tersebut sebagai peluang untuk mendorong sinergi antara penyelenggaraan olahraga dan kebijakan pemberdayaan ekonomi lokal.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan momentum kegiatan olahraga dapat membuka ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan daerah ketika atlet dan kontingen mengikuti kegiatan seperti PON, Pra-PON, maupun event olahraga lainnya.
Skalabilitas sampai tingkat kabupaten
Anton menyatakan bahwa penerapan konsep ini tidak hanya dilakukan di level provinsi, melainkan harus merambah ke delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Menurutnya, apabila KONI kabupaten aktif dan berfungsi baik, maka alur ekonomi dari kegiatan olahraga akan bergerak dari provinsi sampai ke tingkat basis, sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh pelaku UMKM.
- Melibatkan UMKM lokal dalam penyelenggaraan acara olahraga;
- Menyediakan stan atau ruang promosi bagi produk unggulan daerah saat kegiatan olahraga;
- Menyinergikan kebijakan KONI dan pemerintah provinsi untuk program pemberdayaan ekonomi.
Manfaat yang diharapkan
Anton menegaskan pembangunan olahraga harus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, tidak semata-mata menghasilkan prestasi atlet. Harapannya, olahraga menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi lokal dengan membuka peluang usaha baru.
| Aspek | Harapan/Keterangan |
|---|---|
| Peran KONI | Mengembangkan sport industry dan memberi ruang bagi UMKM dalam setiap kegiatan |
| Peran UMKM | Memperkenalkan produk unggulan daerah saat event olahraga |
| Skala implementasi | Provinsi sampai ke delapan kabupaten di Papua Pegunungan |
Pernyataan HIPMI ini menggarisbawahi kebutuhan integrasi antara sektor olahraga dan ekonomi lokal. Meski belum rincian teknis program atau jadwal pelaksanaannya, gagasan tersebut membuka arah kebijakan yang dapat menjadi bahan pembahasan bagi KONI provinsi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.
Untuk langkah lanjut, pihak terkait diharapkan membahas mekanisme pelibatan UMKM—misalnya tata kelola stan, izin usaha sementara saat event, standar produk untuk promosi, serta skema pembiayaan atau dukungan logistik—agar manfaat ekonomi yang dijanjikan benar-benar terealisasi dan berkelanjutan.
Dengan demikian, apabila diimplementasikan secara konsisten, konsep sport industry berpotensi menjadikan setiap perhelatan olahraga bukan hanya ajang pembuktian prestasi atlet tetapi juga instrumen pembangunan ekonomi daerah.