Wamena, Papua Pegunungan — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan akan terus melakukan pengejaran terhadap anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diduga terlibat dalam pembunuhan sopir travel bernama Aris Sanda, yang jenazah dan kendaraannya ditemukan terbakar di kawasan Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya.
Keterangan resmi TNI dan langkah yang ditempuh
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan TNI terus memperkuat upaya pengamanan masyarakat sekaligus melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pernyataan itu disampaikan saat Mayjen Nas ditemui pada pembukaan TNI Fair di Silang Monas, Jakarta Pusat, pada akhir pekan.
"Kita terus melakukan penguatan pengamanan masyarakat, maupun pengejaran terhadap pelaku,"
Dalam keterangan terpisah, Komando Operasi Habema menyebut kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama sebagai pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap Aris. Kepala Penerangan Koops Habema, Letkol Inf. Wirya Arthadiguna, menjelaskan kronologi awal berdasarkan laporan yang diterima oleh personel operasi.
Kronologi singkat kejadian
Menurut penjelasan pihak TNI, peristiwa bermula saat Aris mengemudikan mobil bak terbuka membawa sejumlah penumpang melintasi jalur dari Wamena menuju Mbua pada Selasa, 15 September, sekitar pukul 06.00 WIT. Kendaraan itu dicegat oleh kelompok bersenjata di tengah perjalanan.
- Pengemudi dan penumpang diperiksa oleh kelompok bersenjata.
- Para penumpang diperintahkan kembali ke Wamena.
- Aris ditahan dan dibawa kelompok tersebut ke arah Danau Habema.
- Selanjutnya, korban ditemukan meninggal dunia dan kendaraannya terbakar.
| Peristiwa | Waktu/Tempat |
|---|---|
| Perjalanan Wamena–Mbua | 15 September, sekitar pukul 06.00 WIT |
| Penangkapan dan dugaan pembunuhan | Lokasi: sekitar Danau Habema, Jayawijaya |
| Pencarian dan penanganan | Koops TNI Habema menerjunkan personel untuk olah TKP |
Penanganan lokasi dan proses penyelidikan
Koops Habema melakukan pencarian dan penanganan di lokasi setelah menerima laporan. Personel yang tergabung dalam operasi diminta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi untuk membantu penyelidikan lebih lanjut.
Pernyataan resmi dari pihak operasi menegaskan bahwa upaya penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku akan dilanjutkan secara intensif sampai aparat berhasil menangkap mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan tersebut.
Dampak terhadap keamanan dan respons TNI
TNI menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan negara serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat Papua. Mayjen Nas juga menekankan bahwa TNI tidak akan membiarkan upaya separatisme memecah belah wilayah negara.
Pernyataan pimpinan pusat tersebut menunjukkan bahwa kasus ini diperlakukan bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan juga isu keamanan yang berdampak pada stabilitas setempat.
Hal yang perlu diketahui masyarakat
- Masyarakat diimbau tetap tenang dan menghindari mendekati lokasi kejadian untuk memberi ruang kerja aparat keamanan.
- Pihak berwenang meminta keluarga dan saksi untuk bekerja sama memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan.
- TNI dan kepolisian diperkirakan akan meningkatkan patroli di jalur transportasi antarkabupaten untuk mencegah insiden serupa.
Pihak redaksi akan terus memantau perkembangan penyelidikan serta langkah-langkah yang diambil aparat keamanan dan akan melaporkan pembaruan resmi setelah tersedia keterangan tambahan dari instansi berwenang.