Pemesanan masih rendah, upaya koordinasi disiapkan
Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyatakan hingga saat ini pemesanan kamar hotel bagi tamu yang akan menghadiri gelaran MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober masih berada di bawah 50 persen. Data tersebut berbeda dengan kondisi di kawasan ring satu Mandalika yang sudah mencatat tingkat pemesanan lebih tinggi.
Menurut Sekretaris Dispar Kota Mataram, Leni Oktavia, pemesanan hotel di kawasan Mandalika telah mencapai sekitar 85 persen, sedangkan kawasan lain seperti Senggigi menunjukkan tren meningkat. Leni menjelaskan pola pemesanan di Mataram sebagai daerah penyangga biasanya mengalami lonjakan signifikan mendekati hari pelaksanaan balapan.
"Karena Mataram daerah penyangga, pemesanan hotel bagi tamu MotoGP biasanya naik signifikan menjelang hari balapan,"
Dia menambahkan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan kenaikan paling besar terjadi pada H-3 hingga H-2 menjelang race day pada 10–11 Oktober. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tingkat pemesanan saat ini belum mencerminkan permintaan puncak yang kemungkinan besar terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi tarif dan ancaman spekulasi
Dispar Kota Mataram memastikan bahwa tarif hotel saat ini masih berada dalam tingkat normal sesuai standar platform pemesanan. Namun, hasil evaluasi lapangan menunjukkan adanya kenaikan harga di tingkat masyarakat yang kerap dipicu oleh aktivitas calo atau spekulan.
Dalam konteks tersebut, Dispar mengimbau pelaku pariwisata lokal untuk tetap kooperatif dan menjaga standar layanan agar tamu merasa aman dan nyaman selama berada di Mataram. Langkah ini dimaksudkan untuk meminimalkan praktik spekulasi harga yang berpotensi merusak citra kota sebagai destinasi penyangga yang andal.
Fokus pada kuliner dan UMKM lokal
Selain kesiapan perhotelan, Dispar Kota Mataram juga menyiapkan titik sentra kuliner dan fasilitas bagi pelaku UMKM sebagai keunggulan kompetitif dibanding daerah penyangga lain. Leni mengimbau agar pelaku usaha kuliner dan UMKM memperhatikan ketersediaan pasokan bahan serta memperhitungkan potensi lonjakan permintaan menjelang dan selama gelaran MotoGP.
- Pemantauan tarif hotel melalui platform pemesanan: tetap normal.
- Antisipasi spekulasi harga oleh calo: imbauan kepada pelaku usaha.
- Fasilitasi UMKM untuk stan resmi di area Sirkuit Mandalika melalui kurasi Pemprov NTB.
Dispar juga menyebutkan bahwa untuk stan pameran resmi di area Sirkuit Mandalika, pelaku UMKM dari Kota Mataram telah melalui proses kurasi ketat yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi NTB. Hal ini dimaksudkan agar produksi dan penawaran produk lokal memenuhi standar dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional selama event berlangsung.
Dampak ekonomi lokal dan kesiapan operasional
Bagi pelaku usaha perhotelan, restoran, dan penyedia jasa pariwisata lainnya di Mataram, kondisi pemesanan yang masih di bawah 50 persen pada waktu ini berarti mereka harus menyiapkan strategi operasional yang fleksibel. Menurut Dispar, strategi tersebut mencakup pengelolaan persediaan, kesiapan staf, dan penyesuaian layanan untuk menghadapi lonjakan permintaan dalam beberapa hari terakhir sebelum balapan.
Dengan pola permintaan yang cenderung meningkat mendekati acara, koordinasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan platform pemesanan menjadi penting untuk memastikan ketersediaan layanan tanpa praktik harga yang merugikan tamu dan reputasi daerah.
| Lokasi | Tingkat Pemesanan |
|---|---|
| Mataram (rata‑rata) | <50% |
| Ring satu Mandalika | 85% |
Dispar Kota Mataram akan terus memantau perkembangan pemesanan serta memberikan imbauan kepada pelaku pariwisata untuk kooperatif. Pemantauan ini diharapkan membantu meminimalkan gangguan akibat penawaran harga di luar kewajaran dan menjaga kenyamanan pengunjung selama gelaran MotoGP Mandalika 2026.