Penataan Terfokus pada Lapak Utara dan Perbaikan Atap
Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram menyatakan akan membenahi Taman Hiburan Rakyat (THR) Loang Baloq dengan menata ulang sejumlah lapak pedagang dan menambah wahana rekreasi. Penataan dimulai dari deretan lapak di sisi utara kawasan taman, yang menurut kepala Dispar Kota Mataram, Cahya Samudra, kondisinya "sudah sangat tidak layak" dan beberapa unit masih kosong.
Perbaikan juga akan menyasar area selatan taman setelah ada keluhan pedagang mengenai kondisi atap yang bocor dan lapuk. Upaya perbaikan diharapkan mendorong pedagang mengisi kembali fasilitas yang telah disediakan pemerintah daerah sehingga potensi pendapatan dari retribusi destinasi wisata meningkat.
Target dan Capaian PAD
Dispar Kota Mataram memasang target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi destinasi wisata sebesar Rp800 juta untuk tahun berjalan. Namun, saat ini capaian baru sekitar 30 persen dari target tersebut. Kepala Dispar menjelaskan kendala utama adalah menurunnya tingkat kunjungan dan masih adanya lapak yang kosong, sementara perhitungan target diasumsikan semua fasilitas terisi dan pengunjung ramai.
"Capaian saat ini masih di bawah 50 persen, tepatnya baru sekitar 30 persen. Kendalanya karena tingkat kunjungan berkurang dan masih ada lapak kosong,"
Untuk memperjelas posisi capaian terhadap target, berikut ringkasan data yang disampaikan Dispar:
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Target PAD retribusi destinasi wisata | Rp800.000.000 |
| Capaian saat ini (perkiraan) | ~30% |
Strategi: Fasilitas dan Wahana Baru
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah penambahan wahana rekreasi berupa keramba ikan hias di kolam THR Loang Baloq. Wahana ini dirancang agar pengunjung dapat berinteraksi dengan memberi makan ikan, dengan konsep penangkaran dan pengalaman edukatif/rekreasi untuk menarik lebih banyak pengunjung.
- Penataan lapak utara yang dinilai tidak representatif.
- Perbaikan atap dan fasilitas di area selatan yang bocor dan lapuk.
- Penambahan wahana keramba ikan hias di kolam untuk interaksi pengunjung.
Menurut Cahya, tujuan jangka pendek penataan adalah mengisi kembali lapak yang kosong sehingga retribusi dapat ditarik lebih optimal. Hingga kini, penarikan retribusi wisata di Kota Mataram baru berjalan di THR Loang Baloq dan Pantai Ampenan.
Koordinasi Kebijakan untuk Lokasi Lain
Dispar juga menyebut lokasi Teras Udayana sebagai potensi yang menjanjikan karena keramaian, terutama saat kegiatan Car Free Day. Namun, penarikan retribusi di Teras Udayana belum dapat dilakukan karena masih menunggu finalisasi Peraturan Wali Kota (Perwal).
Langkah finalisasi Perwal penting supaya aturan penarikan retribusi dan tata kelola lokasi dapat berlaku resmi. Tanpa dasar hukum yang jelas, upaya pengelolaan dan optimalisasi PAD di lokasi ramai seperti Teras Udayana berisiko menemui hambatan administratif.
Implikasi bagi Pedagang dan Pendapatan Daerah
Perbaikan fasilitas dan penambahan wahana diharapkan memiliki beberapa implikasi praktis:
- Meningkatkan daya tarik bagi pengunjung lokal dan wisatawan sehingga potensi retribusi naik.
- Mendorong pedagang untuk kembali menempati lapak yang sudah disediakan pemerintah.
- Mengurangi keluhan pedagang terhadap fasilitas yang rusak, seperti atap bocor, sehingga kegiatan usaha lebih nyaman.
Dispar Kota Mataram perlu memadukan perbaikan fisik dengan upaya promosi dan pengaturan legal agar target PAD dari sektor retribusi destinasi wisata mendekati angka yang ditetapkan. Pengelolaan yang terintegrasi antara perbaikan fasilitas, kebijakan retribusi, dan promosi destinasi menjadi kunci dalam meningkatkan pendapatan daerah.
Informasi resmi terkait pelaksanaan penataan, jadwal renovasi, dan mekanisme pengisian lapak masih menjadi bagian dari rencana kerja Dispar yang akan diumumkan lebih lanjut oleh pemerintah kota.