Penurunan jatah dan reaksi Pemerintah Kota
Kota Mataram menerima alokasi sangat terbatas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berpartisipasi dalam perhelatan MotoGP Mandalika 2026. Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram, Jimmy Nelwan, membenarkan hanya satu UMKM asal Mataram yang mendapat kesempatan berjualan di area penyelenggaraan MotoGP tahun ini.
Jimmy menyatakan bahwa pada penyelenggaraan MotoGP sebelumnya Pemkot Mataram biasanya mengirimkan lebih dari 10 UMKM untuk menjajakan produk kepada penonton dan wisatawan. Untuk 2026, jumlah itu menyusut menjadi 1 slot, yang menurutnya berkaitan dengan keterbatasan alokasi lokasi dari pihak panitia.
"Kami selalu diberikan (jatah UMKM). Tapi untuk tahun ini kami diberikan 1 UMKM dari Kota Mataram,"
Alasan alokasi dan dampak untuk pelaku usaha
Menurut penjelasan Jimmy, penyusutan jatah diduga karena ketersediaan lokasi yang diberikan panitia bersifat terbatas. Pemerintah provinsi kemudian melakukan penataan distribusi jatah sehingga Pemerintah Provinsi menambah keterlibatan dari berbagai daerah termasuk Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur agar keterwakilan lebih merata.
Kondisi ini memunculkan kekecewaan di kalangan pelaku UMKM Mataram yang berharap mendapat peluang lebih besar untuk menjual produk pada ajang internasional tersebut. Eksposur dan transaksi saat event besar seperti MotoGP selama ini menjadi salah satu sumber pemasukan dan promosi bagi pelaku usaha lokal.
- Alokasi UMKM Mataram: 1 slot pada MotoGP 2026.
- Alokasi sebelumnya: lebih dari 10 UMKM dikirim oleh Pemkot pada penyelenggaraan MotoGP sebelumnya (periode sebelumnya).
- Upaya Pemkot: akan membuka bazar UMKM di Sangkareang sebagai alternatif pemasaran bagi tamu MotoGP di Mataram.
Strategi tanggap Pemerintah Kota
Menanggapi kekecewaan pelaku usaha, Jimmy menyampaikan rencana Pemerintah Kota Mataram untuk membuka bazar UMKM di Sangkareang seperti pada penyelenggaraan sebelumnya. Langkah itu dimaksudkan agar tamu-tamu MotoGP yang ada di Mataram tetap memiliki akses untuk berbelanja produk lokal meskipun jatah berjualan di area utama event sangat terbatas.
Jimmy menyatakan akan berkoordinasi dengan Wali Kota dan Sekda untuk merealisasikan rencana bazar tersebut. Ia menilai bazar lokal dapat menjadi sarana mitigasi ekonomi bagi UMKM yang tidak kebagian slot di lokasi resmi MotoGP.
Kontribusi provinsi dan kebutuhan tenaga pendukung
Di tingkat provinsi, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal sebelumnya mengumumkan kebijakan memperbesar porsi keterlibatan talenta lokal dalam penyelenggaraan MotoGP 2026. Langkah tersebut bertujuan agar dampak ekonomi dapat dinikmati lebih luas oleh warga setempat serta sebagai wadah transfer pengetahuan (transfer of knowledge).
Sumber-sumber terkait acara juga mencatat kebutuhan operasional MotoGP 2026, yakni sekitar 400 marshal dan 2.500 relawan, yang menunjukkan besaran skala kegiatan dan potensi keterlibatan masyarakat lokal di bidang non-komersial.
Implikasi ekonomi lokal
Pengurangan jatah UMKM di lokasi utama berimplikasi pada kesempatan transaksi langsung dan publicity bagi pelaku usaha Mataram. Bazar alternatif di Sangkareang dapat membantu menyalurkan permintaan, namun tidak sepenuhnya menggantikan manfaat berjualan di area resmi event internasional, terutama terkait paparan merek dan akses terhadap wisatawan internasional.
| Aspek | Data/Status |
|---|---|
| Jatah UMKM Mataram | 1 slot (MotoGP 2026) |
| Jatah sebelumnya | >10 UMKM (penyelenggaraan sebelumnya) |
| Kebutuhan tenaga pendukung MotoGP | 400 marshal; 2.500 relawan |
Pemkot Mataram perlu memastikan mekanisme seleksi UMKM untuk bazar Sangkareang transparan dan berpihak pada pelaku usaha paling terdampak. Selain itu, koordinasi lebih kuat dengan provinsi dan panitia MotoGP diperlukan agar peluang ekonomi lokal tidak tergerus oleh keterbatasan alokasi lokasi pada event mendatang.
Langkah-langkah pemerintah kota yang bersifat mitigasi, seperti bazar lokal, praktis dan segera, namun upaya jangka menengah perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas UMKM agar lebih kompetitif saat seleksi kesempatan berjualan pada event internasional.