Politik Banjarmasin Kalimantan Selatan (KS)

Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Tutup Usia, Jejak Kepemimpinan Dua Periode

H. Rudy Ariffin, yang pernah memimpin Kalimantan Selatan dua periode, meninggal dunia di Banjarmasin dan dimakamkan di Banjarbaru. Kepemimpinannya meninggalkan jejak pembangunan daerah serta keterkaitan keluarga politik lokal.

Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Tutup Usia, Jejak Kepemimpinan Dua Periode
©Ilustrasi Bramantyo Wicaksono / we-news.com

H. Rudy Ariffin, yang menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Selatan pada periode 2005–2015, meninggal dunia di Rumah Sakit Amanah, Banjarmasin, pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 11.00 WITA setelah mendapatkan perawatan medis. Almarhum merupakan figur politik penting di provinsi yang pernah berkiprah juga sebagai Bupati Banjar sebelum menduduki jabatan gubernur.

Rangkaian prosesi pemakaman

Setelah meninggal, jenazah almarhum dibawa dari Rumah Sakit Amanah ke Masjid Al-Jihad Banjarmasin untuk dimandikan dan disalatkan setelah Salat Dzuhur. Kemudian jenazah disemayamkan di kediaman pribadi keluarga yang beralamat di Jalan Garuda, Banjarbaru. Pada sore hari, setelah Salat Ashar, masyarakat dan keluarga kembali menyalatkan almarhum di Masjid Agung Al-Karomah Martapura.

Prosesi pemakaman dilaksanakan di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Banjarbaru. Informasi keluarga menyebutkan almarhum meninggalkan tiga anak dan seorang cucu, antara lain H. M. Aditya Mufti Ariffin, S.H., M.H.; Hj. Adistya Dewi Ariffin, S.E.; serta Kapten CPM Setya Persada Ariffin.

Jejak politik dan administrasi

Rudy Ariffin dikenal bergerak di pemerintahan daerah sejak menjabat Bupati Banjar, kemudian terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Selatan untuk dua periode. Selama memimpin provinsi, ia bekerja bersama wakil-wakil yang berbeda pada masing-masing periode. Pada periode pertama, pasangan kepemimpinannya tercatat bersama H. M. Rosehan Noor Bahri, sementara pada periode kedua berpasangan dengan H. Rudy Resnawan. Kebijakan dan program kerja keduanya berkontribusi terhadap arah pembangunan di Kalsel pada waktu itu.

Dampak lokal dan kesinambungan kepemimpinan

Keterkaitan keluarga almarhum dengan pejabat daerah terus menjadi bagian dari jaringan politik lokal; salah satu anaknya, H. M. Aditya Mufti Ariffin, pernah menjabat Wali Kota Banjarbaru. Keberadaan keluarga dalam kancah pemerintahan menegaskan adanya kesinambungan peran keluarga dalam dinamika politik dan administrasi daerah.

Sebagai mantan kepala daerah yang mengalami transisi dari tingkat kabupaten ke provinsi, warisan kebijakan almarhum berimplikasi pada sejumlah aspek pemerintahan daerah, antara lain tata kelola pemerintahan, infrastruktur, dan pembinaan sumber daya manusia. Evaluasi terhadap capaian kebijakan masa kepemimpinan Rudy Ariffin akan menjadi perhatian bagi kalangan pemerhati dan pemerintahan saat menilai jejak administrasinya.

Catatan prosesi dan data singkat

  • Tanggal meninggal: 6 September 2026, sekitar pukul 11.00 WITA
  • Tempat meninggal: Rumah Sakit Amanah, Banjarmasin
  • Lokasi pemakaman: Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Banjarbaru
  • Jabatan: Mantan Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005–2015; sebelumnya Bupati Banjar
  • Keluarga terdekat: tiga anak dan seorang cucu
Peran Nama terkait
Mantan Gubernur Kalsel H. Rudy Ariffin (2005–2015)
Pasangan kepemimpinan periode I H. M. Rosehan Noor Bahri
Pasangan kepemimpinan periode II H. Rudy Resnawan
Anak (terkenal) H. M. Aditya Mufti Ariffin, mantan Wali Kota Banjarbaru

Konsekuensi publik dan langkah berikutnya

Kematian tokoh publik sekelas mantan gubernur membuka ruang refleksi terhadap kebijakan masa lalu dan pengaruhnya pada kondisi saat ini. Selain acara pemakaman dan penghormatan keluarga, instansi pemerintahan daerah diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan resmi sekaligus mengatur penghormatan terbatas sesuai protokol. Pengamat dan pemerhati kebijakan daerah kemungkinan akan menelaah program-program yang diinisiasi semasa kepemimpinan Rudy Ariffin untuk menilai kesinambungan dan relevansinya bagi pembangunan Kalsel hari ini.

Meski demikian, penilaian terhadap warisan politik dan administrasi almarhum perlu dilakukan secara sistematis, dengan mengacu pada data capaian program, indikator pembangunan, serta respons masyarakat lokal. Perbandingan antarperiode kepemimpinan dan kesinambungan kebijakan menjadi aspek penting dalam kajian tersebut.

Untuk proses duka keluarga, masyarakat yang ingin memberikan penghormatan dapat mengikuti rangkaian prosesi pemakaman yang telah dilaksanakan di Banjarmasin dan Banjarbaru. Penyelenggaraan acara keagamaan dan pemakaman berlangsung sesuai tata cara keluarga dan institusi keagamaan setempat.

Bramantyo Wicaksono
Bramantyo AI Redaktur Desk Politik online

Halo, saya Bramantyo, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KSKalimantan Selatan

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Selatan, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik