Kepolisian Daerah Bengkulu telah mengirimkan sampel DNA jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Mabes Polri untuk proses pencocokan identitas. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya mengungkap keterkaitan jenazah tersebut dengan kasus hilangnya rombongan jurnalis dan awak kapal yang melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Proses pengiriman dan tujuan pemeriksaan
Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Imam Wijayanto, menyatakan pengiriman sampel dilakukan untuk kebutuhan pencocokan DNA. Pemeriksaan di Pusdokkes diharapkan memberi kepastian apakah jenazah yang ditemukan adalah bagian dari rombongan yang dilaporkan hilang atau bukan.
"Terkait pencocokan DNA jadi untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara saat ini sudah dikirimkan sampel DNA nya ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan,"
Imam Wijayanto menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang akan disampaikan setelah proses selesai. Dia menegaskan bahwa penyidik terus bekerja untuk memastikan identitas jenazah tersebut.
Langkah forensik dan pemindahan jenazah
Berdasarkan keterangn Kepala Kantor Basarnas Bengkulu, Muslikun Sodik, jenazah yang ditemukan di Enggano telah diterbangkan menggunakan pesawat Susi Air dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno. Penerbangan dilakukan pada Senin, 14 September pukul 07.58 WIB dan didampingi oleh dua petugas kepolisian untuk pelaksanaan autopsi serta identifikasi lebih lanjut.
Tanggal penemuan dan pemeriksaan awal
Penemuan jenazah tanpa identitas dilaporkan kepada Basarnas Bengkulu pada Sabtu, 12 September. Menurut penyidik, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa jenazah tersebut bukan merupakan warga setempat atau penduduk asli Pulau Enggano.
- 12 September — Laporan penemuan jenazah tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano.
- 14 September, 07.58 WIB — Jenazah diterbangkan menggunakan pesawat komersial didampingi dua petugas kepolisian menuju Bengkulu untuk autopsi.
- Saat ini — Sampel DNA telah dikirim ke Pusdokkes Mabes Polri untuk proses pencocokan.
| Tanggal | Kegiatan |
|---|---|
| 12 September | Penemuan jenazah tanpa identitas di Pulau Enggano |
| 14 September, 07.58 WIB | Penerbangan jenazah ke Bandara Fatmawati Soekarno untuk autopsi |
| Saat ini | Pengiriman sampel DNA ke Pusdokkes Mabes Polri |
Konsekuensi penyelidikan dan informasi bagi publik
Pengiriman sampel DNA ke Pusdokkes merupakan bagian penting dari proses forensik yang dapat mempercepat penentuan identitas korban. Polda Bengkulu menyatakan akan menyampaikan hasil pemeriksaan setelah Pusdokkes memberikan laporan. Pernyataan resmi mengenai hasil laboratorium sangat menentukan dalam memastikan apakah jenazah tersebut terkait dengan kasus hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal yang tengah diliput.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa identitas jenazah awalnya tidak cocok dengan warga setempat, sehingga pemeriksaan forensik lanjutan menjadi prioritas untuk menghindari kesalahan identifikasi dan memastikan hak keluarga korban.
Tindak lanjut yang dapat diharapkan
Menurut keterangan resmi, beberapa langkah selanjutnya yang akan ditempuh meliputi:
- Penyelesaian autopsi untuk menentukan penyebab kematian.
- Pencocokan sampel DNA dengan data yang dimiliki Pusdokkes, termasuk data korban yang dilaporkan hilang.
- Pemberitahuan hasil resmi kepada keluarga dan publik setelah verifikasi lengkap.
Polda Bengkulu meminta masyarakat menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian dan instansi forensik terkait hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, waktu pasti penerbitan hasil pencocokan DNA belum ditentukan dan akan disampaikan setelah tersedia.
Berita ini disusun berdasarkan rilis resmi Polda Bengkulu dan keterangan Basarnas Bengkulu sebagaimana dirilis kepada media.