BENGKULU — Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Bengkulu mengadakan pertemuan bersama berbagai komunitas motor dan mobil untuk membangun kerjasama yang lebih erat dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Provinsi Bengkulu. Kegiatan bertajuk Kommas dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026, di Rupatama Awaloedin Djamin, Lantai 3 Gedung Tri Brata Polda Bengkulu.
Tujuan dan suasana pertemuan
Pertemuan ini dimaksudkan untuk memperkuat pendekatan preemtif dan humanis antara Polri serta komunitas motor, bukan semata orientasi penindakan. Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB tersebut, peserta mengikuti paparan dan dialog yang menitikberatkan pada pencegahan gangguan kamtibmas, peningkatan disiplin berlalu lintas, serta peran sosial komunitas.
Peserta dan unsur kepolisian
Acara dihadiri oleh pejabat dari Polda Bengkulu dan representasi komunitas. Hadir antara lain Dirbinmas Polda Bengkulu, Kombes Pol Rudi Hartono, serta Dirlantas Polda Bengkulu, Kombes Pol M. Hasan. Selain itu, tampak perwakilan organisasi otomotif daerah dan sejumlah pejabat pelaksana dari satuan fungsi pembinaan.
| Jabatan/Peran | Keterangan |
|---|---|
| Dirbinmas Polda Bengkulu | Kombes Pol Rudi Hartono |
| Dirlantas Polda Bengkulu | Kombes Pol M. Hasan |
| Ketua IMI Provinsi Bengkulu | Perwakilan organisasi otomotif |
| Pejabat Pembinaan | PLH Kabagbinops AKBP M. Hasan, AKBP Banyu Erni J, Kompol Mansaudi, Kompol Umar Fatah, dan Penata TK I Martika |
Pesan utama dan langkah prioritas
Kombes Pol Rudi Hartono menegaskan bahwa dialog seperti ini menjadi upaya membangun kemitraan antara aparat dan komunitas sehingga fungsi pencegahan dapat berjalan efektif. Dia menyoroti pentingnya komunikasi dua arah sebagai fondasi untuk mengenali dan mengantisipasi potensi gangguan, seperti balapan liar atau konvoi yang mengganggu kenyamanan publik.
"Hari ini kita kumpul bukan dalam rangka penindakan, tapi dalam rangka membangun kemitraan. Komunitas motor memiliki peran besar di tengah masyarakat. Dengan jumlah dan solidaritas yang kuat, komunitas bisa menjadi agen perubahan yang positif,"
Dalam pembinaan tersebut, terdapat tiga fokus utama yang ditekankan sebagai arah kerja sama ke depan:
- Membangun komunikasi dan koordinasi efektif antara Polri dan komunitas agar potensi gangguan dapat terdeteksi lebih awal;
- Memotivasi kegiatan positif dan produktif di kalangan komunitas, termasuk bakti sosial, kampanye keselamatan, dan dukungan program pemerintah;
- Menjadikan komunitas motor pelopor keselamatan berlalu lintas melalui kegiatan edukasi dan contoh perilaku berkendara aman.
Dampak bagi masyarakat lokal
Bagi warga Kota Bengkulu dan sekitarnya, sinergi ini diharapkan menghasilkan pengurangan insiden lalu lintas yang meresahkan, serta minimnya aksi konvoi atau balapan liar yang menimbulkan gangguan. Dengan keterlibatan komunitas, program keselamatan berpotensi menjangkau segmen muda yang selama ini menjadi pelaku dominan aksi berisiko di jalan.
Selain itu, pendekatan kolaboratif memberi ruang bagi masyarakat untuk aktif berperan sebagai pengawas sosial sekaligus mitra pelaksana program pencegahan kejahatan dan ketertiban. Langkah-langkah yang tidak berfokus pada penindakan semata memungkinkan pembangunan kepercayaan antara warga dan aparat keamanan.
Langkah ke depan
Pasca pertemuan, Ditbinmas Polda Bengkulu dan perwakilan komunitas menegaskan akan menindaklanjuti hasil dialog melalui program-program nyata, termasuk kegiatan edukasi keselamatan berkala, bakti sosial terukur, serta pembentukan saluran komunikasi untuk pelaporan dini ketika teridentifikasi potensi gangguan kamtibmas.
Warga yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kegiatan Kommas atau ingin berpartisipasi dapat menghubungi akun resmi Polda Bengkulu atau perwakilan organisasi otomotif daerah. Upaya bersama ini diharapkan memperkuat ketertiban publik sekaligus mengedukasi perilaku berlalu lintas yang lebih aman di Provinsi Bengkulu.